Kasihan, Karena Tak Terdaftar di KK Neneknya, Arianto tak Lulus di SMAN 6 Lutim

oleh -238 views

LUTIM– Arianto Sakuta, seorang siswa SMP Negeri 3 Angkona Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Propinsi Sulawesi Selatan, mengeluhkan karut marut sistem penerimaan peserta didik baru ( PPDB) tahun 2018 di wilayah tersebut.

Kepada wartawan,Arianto menyampaikan permasalasahanya yang tidak diterima di SMA Negeri 6 Luwu Timur karena namanya tidak tercantum dalam Kartu Keluarga milik nenenya yag selama dia tempati tinggal mulai TK hingga SMP .

”Nama saya awalnya masuk dalam KK ibu saya di Toraja, karena baru saya tahu jika mau masuk SMAN, harus terdaftar di KK 6 bulan sebelumnya karena baru di tahu nenek saya bahwa harus terdaftar di kartu keluarga makanya baru diurus nenek saya pak, dan sekarang sudah masuk dan terdaftar di Kartu Keluarga (KK) nenek saya,” terangnya sedih.

Lanjjt Ariyanto, namun sayangnya kata operator sekolah tidak bisa kalau belum cukup enam bulan terdaftar.

Diketahui, sebelumnya ia hanya terdaftar di KK ibunya di Kabupaten Toraja.

“Yang diterima yang hanya berdomisili di sini lebih dari 6 bulan. Sementara saya bukan lagi baru berdomisili 2 tahun tetapi sudah lebih buktinya saya tamat TK hingga saya tamat di SMPN 3 Angkona Pak,” ujarnya.

Yakobus, Kake Arianto saat di temui perakluunews juga kecewa dengan PPDB tahun 2018 di SMAN 6 Kabupaten Luwu Timur. Padahal cucunya sangat ingin bersekolah.

Terkait nama cucunya yang lambat tercantum dalam kartu KK, karena sebelumnya dia tidak mengetahui jika mendaftar di SMA harus mengunakan KK yang telah 6 bulan berdomisili di daerah angkona.

“ Padahal semejak TK cucu saya sudah pindah ke sini karena ikut sama saya. Namun cucu saya masih tercantum di KK orang tuanya di Toraja,” ujarnya.

Panitia PPDB SMAN 6 Angkona, saat ditemui, Jumat (29/06/18) yang juga salah seorang Operator Penerimaan PPDB SMAN 6 yang juga tenaga pengajar disekolah tersebut didampingi sejumlah guru, membenarkan jika kurang dari 6 bulan terdaftar dalam KK maka anak tersebut tidak dapat diterimah.

Sementata, jika anak tersebut pada tanggal 2 Juli 2018, nanti mendaftar di PPDB jalur domisili secara online dan datanya diterimah, dia mengatakan didalam proses pendaftaran secara online memang tidak ada tercantum tanggal, bulan dan tahun domisili namun, saat dilakukan peripikasi secara manual jika ditemukan anak tersebut belum cukup 6 bulan berdomisili di angkona pasti ditolak.

“Hal tersebut sesuai dengan petunjuk saat kami ikuti sosialisasi di dinas Pendidikan Propinsi,” ungkap panitia ini. ( Nur Alam)

loading...
loading...