Home / HUKRIM / KAWAL minta Polisi Jeneponto Tangkap pelaku kekerasan wartawan

KAWAL minta Polisi Jeneponto Tangkap pelaku kekerasan wartawan

IMG_20150507_132937Indotimnews.com– Puluhan wartawan dan LSM dikabupaten
Jeneponto menggelar aksi solidaritas terkait pemukulan oknum wartawan
yang memuat berita dugaan korupsi beras raskin (Raskin). Unjuk rasa
tersebut dari Koalisi Wartawan Dan LSM (KAWAL) sekabupaten Jeneponto.
Rabu 6 Mei.

Sekitar 50 wartawan dan LSM tergabung dalam suatu
organisasi KAWAL menggelar aksi unjuk rasa di dua titik, diantaranya,
depan kantor Bupati Jeneponto dan depan kantor Polres Jeneponto pas
lampu merah jalan lanto daeng pasewang. Aksi ini dipimpin langsung
oleh Zadli Rewa selaku kordinator lapangan.

Pantauan dilapangan wartawan mengancam akan melakukan aksi
boikot pemberitaan Jeneponto, lantaran sudah dianggap kebebasan pers
di Jeneponto sudah mati surih. Oleh karena itu zadli berharap pihak
kepolisian polres Jeneponto penangkap pemukul wartawan.

Aksi ini juga sempat memacetkan Jalan lanto dg Pasewang
kabupaten Jeneponto sekitar satu Jam. akibatnya arus lalulintas
terpaksa dialihkan ke Jalan Kelara. Pasalnya wartawan melakukan orasi
dan menggelar adegan kekerasan wartawan sambil mengumpulkan masing Id
card dan kamera di tengah jalan.

“Kami unjuk rasa sebagai bentuk aksi solidaritas terkait
insiden penghadangan dan pemukulan atau penganiayaan yang menimpa
wartawan/jurnalis Media Pemberatasan Korupsi (MPK) News atas nama
Mahmud Sewang pada Sabtu (2/5/2015) pukul 18.00 wita, di Dusun
Pangkajene, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, yang diduga kuat
dilakukan oleh preman suruhan oknum kepala Dusun Barobbo, atas nama
Loho,”Ujar Zadli rewa

Ia juga meminta agar oknum premanismen terhadap
wartawan/jurnalis sudah menganiaya dan mengancam dan bahkan sudah
menodai pers yang merupakan hak asasi masyarakat untuk memperoleh
informasi, serta tida menghalangi wartawan yang semangat mencari dan
memuat dikoran dan TV para koruptor.

“Pelaku sudah melawan hukum Sehingga kami mengutuk pelaku
kekerasan dan pelecehan bahkan penindasan terhadap profesi
wartawan/jurnalis agar pihak kepolisian Polres Jeneponto dan Polsek
Tamalatea menangkap pelakunnya untuk diproses sesuai hukum yang
berlaku.”Ujar Zadli Rewa.

Selain itu, pihaknya juga meminta pihak penyidik
kepolisian untuk tidak hanya menjerat pelaku penganiayaan dengan pasal
KUHP (Kitab Undang- Undang Hukum Pidana), khususnya pasal 351 KUHP,
namun juga menyertakan pasal dalam Undang- Undang PERS Nomor 40 Tahun
1999, khususnya pasal 18, terhadap perkara tindak pidana ini.

“Tidak ada alasan, pihak penyidik kepolisian polres
Jeneponto untuk senang tiasa menerapkan Undang- Undang PERS Nomor 40
Tahun 1999 dalam penaganan kasus peganiayaan individu manusia atau
kelompok yang berprofesi sebagai wartawan, karena wartawan dilindungi
oleh undang- undang. “Katanya.

Bahkan aksi ini akan terus mengawal dan mengawasi proses
hukum terhadap pelaku penganiayaan wartawan di Jeneponto sebagai
tindakan premanisme yang menimpa korban (Mahmud Sewang red) yang
dianggap merupakan ancaman yang sangat nyata akan Kebebasan PERS di
Indonesia, khususnya di Kab. Jeneponto.

“Yang pastinya bukan hanya berdampak negatif merugikan
para pekerja media saja, namun lebih tepatnya juga mengancam hak
masyarakat banyak, untuk mengetahui dan memperoleh informasi, termasuk
informasi segala bentuk- bentuk penyelewengan aparatur penyelengara
negara, termasuk diantaranya yang lasim terjadi di lembaga
Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. “Katanya.

Sehingga jika masyarakat, lebih tepatnya masyarakat
Jeneponto sadar akan haknya untuk memperoleh informasi, maka kita
semua harus “SAVE JURNALIS” dan Lawan Musuh Kekebasan PERS. “PERS
Bebas Negara Maju dan Sejahtera”. Tahu’ka anda kalau kini julukan
“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” .

“Mari kita disematkan para teman teman wartawan atau
jurnalis yang selama ini telah berfungsi sebagai mata, telinga dan
lidah masyarakat. Kehadiran wartawan bagi kepentingan masyarakat dan
negara baik seperti peran matahari meyinari dunia, memberikan
peneragan informasi, berperan aktif memajukan peradaban manusia dan
mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. :”Jelas Zadli.

Menanggapi hal ini, Kabag Ops polres Jeneponto Kompol
Catur Bs mengatakan, akan menindak lanjuti kekerasan terhadap
wartawan. Pasalnya pelaku telah diduga melakukan melanggar kebebasan
pers.”Wartawan itu dilindungi undang undang dan nanti saya akan
berkordinasi dengan polsek tamalatea yang menangani kasus ini untuk
ditangkap pelakunya.”Jelas Kompol Catur Bs.

Selain itu, Ketua DPD Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS)
Jeneponto Agussalim Rusli mengutuk pelaku penganiayaan terhadap
wartawan/jurnalis dan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Tentunya
hal ini pihak kepolisian agar secepatnya menagkap pelaku yang bernama
Loho yang masih berkeliaran. Ungkap Agus

“pelaku penganiayaan ini harus segera ditangkap dan diproses sesuia
dengan undang undang yang berlaku dinegara kita dan turut serta
mencamtungkan UU Pers No 40 tahun 1999 tentang Pers”. Ujar Agus.
(Nasir)

Editor : Zul

loading...