Home / DAERAH / Kecam Penembakan, Kakanwil Imbau Jaga Kesucian Rumah Ibadah

Kecam Penembakan, Kakanwil Imbau Jaga Kesucian Rumah Ibadah

Makassar – Peristiwa penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru yang memakan banyak korban jiwa tersebut membuat Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Anwar Abubakar Angkat Bicara.

Anwar Abubakar menyatakan mengecam keras peristiwa tersebut. Apapun Alasannya, Prilaku tersebut tidak berperikemanusiaan apapun motifnya dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai Agama, Agama Apapun itu, ” tegas Kakanwil,  Sabtu (16/03/19).

Akan tetapi, Meski demikian, Kakanwil Termuda ini mengajak para tokoh dan umat beragama khususnya di Sulsel untuk menahan diri dan tidak emosional. Ia juga mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak terpancing dan turut menyebarluaskan video peristiwa itu. Alasannya, “Hal itulah yang diharapkan pelaku untuk menebar teror dan rasa takut.”

Selain itu “Mari semua kita tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing,” pesannya.

Apalagi di Tahun 2019 disebut sebagai tahun politik. Pergerakan politik terasa semakin hingar bingar seiring dengan adanya Event Politik 5 tahunan yakni Pileg dan Pilpres yang bakal dihelat dalam waktu dekat.

Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Anwar Abubakar memberikan pesan khusus kepada seluruh pihak dalam menjalani tahun yang penuh hiruk ini.

“sebagaimana tema HAB Kemenag ke 73 tahun 2019 yakni tebarkan kedamaian, Maka Kami Himbau kepada seluruh Aparatur Kementerian Agama di Sulsel termasuk para Penggiat Keagamaan seperti Tokoh Lintas Agama, Ormas Keagamaan, Penyuluh Keagamaan agar bisa bersinergi dalam menguaung dan mensoaialisasikan spirit dari tema besar tersebut, karena ini sangat relevan dengan kontekstual untuk realitas Indonesia dimana tahun ini adalah tahun politik,” Ujar Anwar Abubakar di sela-sela pemaparan materinya di hadapan ratusan peserta Rapat Kerja Bimas Islam yang diselenggarakan oleh Bidang Urais dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Sulsel di Novotel Grand Syaila Makassar (Jumat, 6 Maret 2019)

“Kita ini adalah Warga Kemenag. Yang satu satunya Kementerian yang menyandang kata Agama. Semua agama hakekatnya sama memberikan pesan untuk mewujudkan kedamaian,” tuturnya lagi.

Dia mengakui bahwa akhir akhir ini, situasi perpolitikan kita kerap diwarnai dengan cara kurang sehat. Yakni membawa isu-isu agama dan juga membuat Indonesia panas akan sentimen yang berbau SARA.

“Bahkan instrument Agama seperti Rumah atau tempat ibadah pun menjadi tempat atau wilayah yang tak luput dari hal hal yang berbau politik, hal ini sungguh memperihatinkan,”Jelas Kakanwil Termuda ini.

Rumah Ibadah yang seyogyanya menjadi tempat umat untuk beribadah menenangkan diri berserah diri kepada Tuhannya, kini terkesan dan tak luput menjadi tempat kampanye yang berisikan narasi saling menjatuhkan, saling fitnah, saling caci serta penyebaran informasi Hoax, yang akhirnya membuat umat kita resah, saling curiga, dan ujung ujungnya akan menimbulkan putus atau rusaknya persaudaraan dan silaturrahmi antar sesama umat baik internal maupun ekaternal, ucapnya penuh keprihatinan.

Mantan Kakankemenag Bantaeng dan Gowa ini merasa prihatin, saat ini tempat ibadah kerap kali disalahgunakan dijadikan ajang kampanye politik terselubung, serta penyebaran provokasi dan kebencian melalui ceramah keagamaan yang kerapkali memicu perpecahan masyarakat.

Dia mengatakan agama seharusnya mempersatukan masyarakat supaya tercipta kehidupan rukun dan damai, bukan malah menimbulkan perpecahan.

Oleh sebab itu, Anwar Abubakar mengingatkan agar para penceramah tidak memanipulasi agama buat kepentingan politik praktis.

“Jangan memperalat agama, jangan memanipulasi, dan eksploitasi agama dalam pengertian sisi luarnya itu untuk digunakan sebagai faktor pembenar atau kepentingan politik praktis pragmatis,” kata Kakanwil

Selain itu, Kakanwil juga menyarankan agar para Tokoh Agama, khususnya penceramah dapat mengisi materi ceramahnya dengan bahasan keagamaan yang menyejukkan, dan tak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Guna memastikan hal itu berjalan baik, kita di Kementerian Agama harus terus menerus menggencarkan sosialisasi yang bertujuan agar para pemuka agama dan umat menghindari ujaran kebencian yang berpotensi merusak tatanan sosial dan persatuan masyarakat.

“Ini agar ceramah keagamaan betul-betul mampu mengembalikan esensi agama kepada ajaran agama sesungguhnya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta agar segenap warga Kementerian Agama terus mensosialisasikan Himbauan ini hingga ke struktur Kemenag di seluruh kabupaten/kota dan menggandeng FKUB, ormas keqgamaan untuk mengawasi tempat ibadah di wilayahnya masing-masing terhadap ancaman tersebut.

“Seruan itu tidak hanya bagi para penceramah, bagi para pengelola tempat ibadah itu tapi bagi masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat hendaknya juga berpartisipasi, proaktif,” ujarnya

Anwar berharap melalui moment ini agar kepada kita semua untuk ikut menyejukkan suasana panas soal Fitnah dan Hoax itu dapat diredam dan dijauhkan dari umat.

“Kita (Kemenag) ingin betul-betul mengingatkan bahwa umat beragama mampu mengembalikan agama pada esensi atau substansi yang sesungguhnya yaitu tadi, agama yang mewujudkan kedamaian yang menebarkan kasih sayang,” terangnya.

Kakanwil juga berharap agama harus hadir sebagai penebar kedamaian.
” Pesan ini betul-betul ditekankan khususnya kepada kita semua warga Kementerian Agama, karena Kemenag haruslah menjadi duta-duta perdamaian dimanapun mereka berada,” Harapnya (*)

loading...