Kecewa Penyidikan Polisi soal Dugaan Korupsi Gabungan Dinas di Enrekang, Alos Institut Berunjuk Rasa di Kejati Sulsel

oleh -294 views

MAKASSAR– Alos Institute Melakukan Aksi Unjuk Rasa disertai dengan Pengaduan Terkait Dugaan Korupsi Pembangan Gedung Kantor Gabungan Dinas (GADIS) T.A 2015 senilai Rp.11,8 Milyar melalui dinas PU Kabupaten Enrekang, Sulsel, Selasa (8/5/18), di Kantor Kejati Sulselbar.

Pengunjuk rasa menilai, dalam proses pengerjaan proyek tersebut diduga kuat terjadi praktek korupsi hingga menyebabkan kerugian negara Milyaran rupiah.

Sementara, jendral lapangan aksi, Riswanda dalam orasinya meneriakkan bahwa tidak mungkin belum cukup setahun dinding retak, palpon/atap bocor manakala tidak ada pelanggaran saat dikerjakan seperti tidak sesuai dengan Bestek/RAB atau menggunakan materil yang tidak sesuai ketentuan.

” Belum lagi tidak mungkin serta merta tim penyidik tipikor polda turun tangan langsung melakukan penggeledahan kantor dinas PU pada tahun 2016 akhir jika memang indikasinya tidak kuat meskipun pada akhirnya hingga saat ini kasus tersebut didiamkan begitu saja oleh Polda Sulsel,” ucapnya.

Dikatakan, Pengaduan ini juga sebagai bentuk kekecewaan mereka dan Mosi Tidak Percaya terhadap Tim Penyidik Tipikor Polda Sulsel.

“Kami mendesak Kejati Sulsel segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini, tangkap dan adili siapapun pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus yang diduga kuat telah merugikan keuangan negara (APBD) yang ditaksir hingga milyaran rupiah,” tegas Riswanda.

Ia juga meminta tranpasaransi semua pihak terkait denda keterlambatan kerja senilai Rp.1,7 Milyar, apa sudah terbayarkan atau tidak.

Laporan: Dany F Malik

loading...
loading...