Kehadiran Tempat Pembilas, Menggangu Penataan Tugulufa

oleh -139 views

Indotimnews– Dengan adanya pembangunan tempat pembilas yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tidore Kepulauan sebanyak dua unit di kawasan pantai tugulufa, dinilai menganggu arah penataan kawasan pantai tugulufa.
Hal ini disampaikan Ardiansyah Fauji Anggota Komisi III DPRD Tikep saat melakukan perbincangan dengan Direksi PPTK yang diketahui bernama Ifa, ia mengatakan tempat pembilas atau tempat permandian biasanya digunakan untuk tempat wisata bagi pengunjung yang melakukan permandian, namun jika tugulufa dijadikan sebagai taman kota maka tempat pembilas sesungguhnya tidak penting untuk di bangun.

Olehnya itu perlu diketahui dasar perencanannya bahwa tugulufa mau dijadikan seperti apa.

“Kalau mau dijadikan doble fungsi tidak masalah, tetapi harus dibangun juga WC agar pengunjung yang datang juga bisa membuang hajat pada tempatnya, tetapi inikan tidak ada, apakah pengunjung yang datang ini mau buang air di atas swering,” katanya saat melakukan kunjungan di kawasan pantai tugulufa pada Rabu, (28/12) kemarin.

Disisi lain lelaki politisi partai demokrat kota Tikep itu mengatakan bahwa jikalau pemerintah membangun tugulufa sebagai tempat mainan anak-anak maka seharusnya juga dibangun tempat pengamanan, sehingga dengan begitu keselamatan anak-anak juga bisa tejamin dan tidak terjatuh diatas laut yang tidak diberi tempat pengaman di seputaran taluk.

“Di kawasan pantai tugulufa ini juga tidak dibangun saluran pembuangan, nanti kalau hujan airnya bisa tergenang dan akan menimbulkan becek bagaimana, jadi pembangunan ini memang sembraut sekali,” tuturnya.

Senada ditambahkan Ratna Namsah Ketua Komisi III DPRD Tikep, ia mengaku jika pekerjaaan yang dilakukan oleh PU merupakan pekerjaan serabutan, yang tujuannya hanya sebatas mengejar target agar anggarannya tidak hangus dan cepat dicairkan. Olehnya itu dia berharap terkait dengan perencanaan awal atas pembangunan tersebut dapat dibuka kembali untuk melihat secara jelas terkait arah pembangunan tersebut.
“kami hanya meminta perencanaan agar kami juga mengetahui dimana titik kesalahannya, sehingga dengan begitu setiap pekerjaan yang dilakukan itu benar-benar terarah, karena kalau hanya dibangun tempat permandian seperti itu modelnya seperti dispenser”. Tambah Malik Muhammad sekertaris Komisi III.

Mendengar berbagai penjelasan yang disampaikan Komisi III DPRD Tikep, Ifa selaku Direksi PPTK hanya bisa terdiam tanpa kata, bahkan ketika ditanyakan oleh ketua Komisi III DPRD Tikep Ratna Namsah bahwa dalam proses pekerjaan tersebut apakah dia (Ifa) telah melihat dokumen perencanaan atau tidak.? Namun ifa masih terlihat diam membisu tanpa ada jawaban.

Laporan : Ute

loading...
loading...