Kejati NTT Tankap tersangka korupsi dermaga Pamakayo

oleh -272 views

images(3)Kupang– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan tersangka Mapri Unggul Purwanto, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di Pamakayo, Kabupaten Flores Timur dan Bakalang, Kabupaten Alor tahun anggaran 2014 senilai Rp 43 miliar.

Tersangka merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kedua proyek dermaga itu. Tersangka dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kupang, setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 8 jam.

Sebelum ditahan, tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokter menyatakan tersangka sehat dan layak menjalani penahanan di Rutan. “Tersangka sudah ditahan di rutan klas II B Kupang,” kata Kepala Seksi penerangan hukum dan Humas Kajati NTT, Ridwan Angsar, Jumat, 31 Agustus 2015.

Dia mengatakan penahanan dilakukan karena kekuatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana.

Mapri kini menjabat sebagai Kabag Keuangan pada Kementrian Transmingrasi dan Pembangunan Daerah Tertinggal dijerat dua perkara terpisah sebagai PPK pelabuhan Bakalang dan Pamakayo.

Dari kedua proyek itu ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 11 miliar, akibat dari volume pekerjaan dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak yang ditandatanganinya selaku PPK.

Selain Mapri, Kajati juga menetapkan lima tersangka lain yakni Mardjuki, Sjambas Chotib, Sri Raharjo, Andi Prayana dan Sugiarto Prayitno.

Penyidik juga, kata Ridwan, segera melakukan upaya pemanggilan secara paksa terhadap empat tersangka yang mangkir setelah dipanggil selama tiga kali berturut-turut, yakni Paulus Yulianto, Jefri Admaja, YP, dan Ramlan dari PT. Mina Fajar Abadi yang mengerjakan dermaga Bakalang.

(nttterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.