Keluarga MA, korban pencabulan kecewa dengan pihak Polres Bulukumba, kok bisa yah?

oleh -119 views
Ilusrasi
Ilusrasi

Bulukumba– Kasus pencabulan yang terjadi beberapa minggu lalu yang dialami seorang perempuan dengan inisial MA (16) yang diduga kuat dilakukan  AG (17),  dilimpahkan oleh pihak kepolisian, Unit PPA Polres Bulukumba dengan status kasus SP2HP A3, mendapat sorotan dari keluarga korban dan mahasiswa.

“Awalnya ingin melanjutkan kasus pencabulan tersebut tetapi keluarga pelaku dan pihak kepolisian menganjurkan untuk berdamai. Maka kami sekeluarga sepakat dengan syarat menikahi anak saya,”  ucap orag tua MA, via rilismya yang diterima indotimnews.com, Sabtu (2/7).

Lanjut orang tua korban, iapun  menandatangani surat perdamaian sebanyak 6 lembar dan surat pencabutan kasus tersebut.

Smentara ibu kandung MA yang mendapat penjelasan dari pihak kepolisian Polres Bulukumba yang menangani masalah ini,proses perdamaian telah terjadi maka dengan sendirinya kasuspun dicabut.

namun anehnya, setelah sehari Terjadinya perdamaian dan pencabutan kasus yang dmana perjanjian tersebut ingin menikahi korban, seakana menjadi berantakan, akibat proses hukum pada pelaku tetap berjalan di kepolsian.

“Keluarga korban hanya sibuk meminta surut perdamaian yang telah dberikan oleh pihak kepolisian dengan alasan pelaku ditangkap oleh polisi dan dititip ke lembaga pemasyarakatan lapas karena kasus masih di lanjutkan, maka dengan sendirinya proses lamaranpun dibatalkan,” jelas Ibu MA

menaggapi kejanggalan tersebut, Gita Puspa Oktaviola selaku Wakil Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar yang menjadi pendamping keuarga korba pemerkosaan mengumbar kekecewaanya pada penegak hukum tersebut yang dinilai idak memegang komitmen sebagai pengayom masyarakat.

“Kami beranggapan pihak kepolisian dengan sengaja memberikan saran untuk berdamai antara keluarga korban dan pelaku untuk meringankan hukuman pelaku padasaat dipengadilan,” jelas  Gita Oktavia.

Dijelaskannya,  apabila surat perdamaian dilampirkan pada berkas penyidikan maka itu akan menjadi pertimbangan jaksa. Sehingga ketidakadilan yang tidak didapatkan oleh Keluarga korban harus diperjuangkan.

“Ingat hal ini tak bebararti keluarga besar atau yang punya pengaruh  tidak bisa dihukum dan diadili oleh kekuatan hukum yang tak penah mendiskriminasika.  Justru keluarga besarlah yang seharusnya memberikan contoh yang baik untuk orang orang yang ada disekitarnya,” pungkasnya.

 

Editor: Zoel

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.