Kemungkinan Minggu ini Tarif Angkot di Makassar Ditetapkan

oleh -194 views

20141120_17_12_36-1Makassar– Dinas Perhubungan Kota Makassar menargetkan pekan ini sudah ada keputusan mengenai tarif angkutan kota pascakenaikan bahan bakar minyak (BBM) oleh Presiden Joko Widodo.

“Untuk sementara ini, Organda Sulsel sudah datang menemui kita dan mengusulkan adanya kenaikan tarif Rp1.000, tetapi pemerintah belum memutuskannya. Semoga pekan ini sudah ada keputusannya,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Makassar Imam Hud di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, jika semua pihak telah sepakat dengan kenaikan tarif angkutan kota (petepete) itu, maka akan dikeluarkan surat edaran dan semua sopir harus mematuhinya.

Para sopir diminta untuk tidak lagi menggunakan tarif sementara yang diberlakukan setelah keputusan itu dikeluarkan karena jika itu dilakukan, maka akan ada sanksi dari pemerintah.

“Berbicara aturan pasti ada sanksi dan jika aturan telah dikeluarkan, maka wajib untuk dipatuhi. kita berharap semuanya bisa menerima karena sebelum ditetapkan pasti dibahas dengan semua pihak,” katanya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, pemkot belum mengeluarkan keputusan resmi soal tarif angkot atau pete-pete di Kota Makassar.

Saat ini, kata Danny sapaan akrab wali kota, pihaknya masih menunggu hasil pertemuan antara Organda dan Dishub soal penetapan tarif sebelum di surat keputusan (SK) dikeluarkan.

Sebelum berlaku tarif resmi, Organda menetapkan kenaikan tarif angkutan kota di Makassar sebesar Rp1.000. Pemerintah kota tidak ingin, permasalahan tarif berlama-lama, makanya pemkot ingin memastikan semuanya selesai pekan ini.

Organda Sulsel ngotot menaikkan tarif angkutan umum hingga dikisaran 30 persen. Padahal, berdasarkan instruksi dari pusat, kenaikan tarif hanya pada kisaran 10 persen.

Ketua Organda Sulsel, Opu Sidik mengatakan, kenaikan tarif 10 persen yang diinstruksikan pusat hanya teori, tidak memikirkan kebutuhan para supir dan pemilik angkutan.

“Ah itu hanya teorinya pusat. Tidak bisa itu. Masa cuma naik Rp400. Jadi hanya 4.400 rupiah untuk pete-pete. Mana bisa menutupi biaya operasional,” katanya.

Idealnya, lanjut dia, kenaikan tarif berkisar 30 persen. Itu untuk menutupi biaya operasional angkutan dan kenaikan biaya spare part.

Terkait pengawasan yang dilakukan Organda agar tidak terjadi permainan tarif, khususnya untuk Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Opu menjamin hal itu tidak terjadi.

Menurutnya, para supir AKAP bersaing untuk memelihara penumpangnya. Sehingga untuk menaikkan tarif seenaknya, tidak akan dilakukan. Namun jika ada yang kedapatan, Organda akan mengeluarkan surat teguran pada anggotanya. (Antarasulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.