Kendaraan Berbasis Listrik Mulai Rambah Makassar, Begini Proses Registrasi dan Identifikasi di Ditlantas Polda Sulsel!

oleh -290 views

MAKASSAR– Keberadaan penggunaan kendaraan bermotor (ranmor) roda dua, tiga dan roda empat mulai merambah di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.

Namun saat ini kata Kasubdit Regident Ditlantas Polda, Kompol Yusuf Usman didampingi Kasi BPKB Kompol Irwan, Kasi STNK Kompol Aryo Dwi Wibowo dan perwakilan UPT Samsat Makassar Drs. H. Makmur dalam kompresi persnya di Makassar, Rabu (18/11), menjelaskan, bahwa hingga saat ini ranmor listrik baru 43 unit yang terdaftar.

“Soal registrasi dan identifikasi kendaraan listrik se nasional sudah berjalan sejak Tahun 2019 lalu. Namun untuk di Sulsel khususnya di Kota Makassar masih jumlah kendaraan bermotor masih terbatas. Dan yang ada saat ini sementara roda dua. Untuk registrasi dan identifikasinya sama dengan kendaraan berbahan bakar Premium dan solar,” papar Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel ini.

Dijelaskan, sejumlah regulasi terkait dengan kendaraan bermotor dengan penggerak listrik yakni, Pasal 64 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) disebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor wajib diregistrasikan. Kemudian dipertegas dalam PP 55 tahun 2012 tentang Kendaraan.

Kemudian, Pasal 6 yang disebutkan bahwa setiap Kendaraan yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis, yang salah satunya terdiri atas susunan. Kemudian dijelaskan dalam Pasal 7 huruf b bahwa yang dimaksud susunan dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a, salah satunya adalah motor penggerak.

Selanjutnya diperjelas dalam Pasal 12 Ayat (1) bahwa motor penggerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b meliputi, motor bakar; motor listrik; kombinasi motor bakar dan motor listrik. Demikian dalam Pepres No.5 Tahun 2019 percepatan kendaraan listrik.

Sementara dalam menentukan besaran CC ranmor listrik tersebut, Kompol Yusuf Usman memaparkan, bahwa perbandingannya sama dengan jumlah KWH (tekanan daya listrik).

Di tempat yang sama pihak yang mewakili UPT Samsat I Makassar, H. Makmur menuturkan, untuk menentukan nilai pajak kendaraan listrik, perhitungannya ditetapkan atas dasar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)

“NJKB untuk kendaraan berbasis listrik ditentukan oleh keputusan menteri dlama negeri yang menetapkan besaran KWH kendaraan tersebut,” kata H. Makmur.

Kendaraan berbasis listrik pun kata H. Makmur, tetap diberikan insentif. Untuk itu akan diberikan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor Bermotor (PKB) hanya dikenakan 1,6 persen. (*)

loading...
loading...