Kepsek SMPN 32 akui hanya 23 siswa tak naik kelas, ada yang terlibat obat obatan dan wajib tinggal kelas

oleh -707 views

images(1)Makassar– Terkait dengan profesionalisme para pengajar di SMPN 32 Makassar yang disorot sejumlah kalangan dengan mengeluarkan kebijakan tidak menaikkan siswa yang dianggap tak layak, teus menuai pertanyaan besar di kalangan orang tua siswa.

Kepala Sekolah SMPN 32 Makassar Hj. Hijriah H, dalam klarifikasinya menampik jumlah total sekitar 50 siswa yang dinyatakan tidak naik kelas.

“Data yang benar untuk kelas VII hanya 4 orang yang tinggal kelas dan kelas VIII wc siswa yang tak naik kelas,” ungkap Kepsek SMPN 32 Makassar, via telepon selularnya (SMS), Kamis (30/7/2015).

Dijelaskan, para siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan dijenjang selanjutnya, semua dianggap punya banyak catatan BK dan kehadirannya sangat minim.

Sementara itu, sejumlah orang tua siswa yang anaknya tidak naik kelas, menilai kebijakan tersebut merupakan kegagalan seorang pendidik dalam merubah dan membentuk karakter siswanya.

Ketika ditanya terkait adanya siswa ytang dinyakan tidak naik kelas selama dua tahun berturut-turut dan ada dua siswa bersaudara tak naik kelas, H;. Hojriah H, membenarkan.

“Oh, ie, Tima kasih,” jawaban kepsek SMPN 32 Makassar via sms.

Bahkan HJ. Hikriah H, mengaku, selama ini banyak siswa, khususnya yang dinyatak tinggal kelas sudah terlibat dengan obat-obatan terlarang.

“Ada beberapa siswa yang pernah dibawa pihak kepolisian ke sini karena terlibat dengan obat-obatan terlarang. Dan ada pula yang terlibat balapan liar. Pokoknya mereka tidak bisa naik kelas,” ungkapnya.

Kepsek ini menambahkan mereka sudah melakukan pembinaan. Bahkan orang tua siswa ini menurutnyan sudah menyerah.

Menanggapi permasalahan tersebut, lagi-lagi pemerhati dunia pendidikan di kota ini menganggap hal tersebut kejadian yang sangat langkah.

Ketua Komisariat Daerah Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (Komda LMR-RI) Kota Makassar, H. Irhamsyah, SH, MH, mengharapkan pihak SMPN 32 Makassar, selaku lembaga pendidikan negeri, tidak apatis dan menyerah untuk bisa merubah karakter  siswanya yang dianggap berprilaku tak wajar.

“Kebijakan tinggal kelas apalagi ada yang sampai 2 bersaudara dinyatakan tinggal adalah hal yang langkah terjadi di dunia pendidikan. Ini perlu mendapatkan perhatian dari Dinas Pendiikan,” jelas Irhamsyah.

Ditambahkannya, orang tua siswa berharap anak-anak mereka bisa beesekolah agar yang bodoh menjadi cerdas dan berprilaku jelek bisa menjadi siswa yang baik. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.