Ketika petani di NTT dikawal TNI

oleh -194 views

IMG_20150826_233932Kupang– Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Tay Ruba mengatakan petani di daerah ini dikawal personil Tengara Nasional Indonesia (TNI) dalam proses penanaman padi dan jagung.

“Kawalan yang dilakukan merupakan hasil kerjasama antara TNI dengan Kemnetrian Pertanian,” kata Yohanis, Rabu, 26 Agustus 2015.

Kawalan yang dilakukan personil TNI, menurut dia, berupa bantuan penanaman di musim kering ini, dan penyaluran pupuk subsidi. Personil TNI juga bersama dengan petugas lapangan dan petani, melakukan monitoring tanaman pertanian.

Di lapangan Personil TNI juga sedang melakukan perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder, dan tersier. “Personil TNI juga memberikan laporan kondisi pertanian di lapangan,” katanya.

Dari hasil kerjasama ini, katanya, luas tanam padi terus mengalami peningkatan pada periode Oktober 2014- Maret 2015 telah mencapai 220,1 hektare (ha) dari target 24 ribu ha. Hal itu berdampak pada peningkatan hasil panen dari Januari- April 2015 mencapai 20 ribu ton. “Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hasil panen terus meningkat,” katanya.

Dari hasil itu, kata Yohanis, penyerapan beras yang dibeli dari petani sudah mencapai 4.828 ton beras. Namun angka ini belum bisa memenuhi kebutuhan beras di daerah itu yang setiap tahunya mencapai 120-130 ribu ton.

Hal itu bisa dilakukan, jika 2.088 daerah irigasi dengan luas 126 ribu ha dalam setahun ditanam empat kali. “Kalau kami sudah miliki waduk dan embung yang memadai baru bisa terwujud swasemba beras di daerah ini,” katanya.

Karena itu, walaupun hasil produksi padi meningkat, namun NTT masih butuh beras dari luar NTT untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah ini. “Kami masih berharap beras impor,” ujarnya.

(ntterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.