Home / Indotimnews / Ketua LSM Maha Karya Indonesia Prihatin Atas Penyegelan SDI Beroanging

Ketua LSM Maha Karya Indonesia Prihatin Atas Penyegelan SDI Beroanging

GOWA– Terkait dengan kisruh perselisihan lahan SDI Beroangin Kelurahan Bontoramba Kecamatan Somba opu Kabupaten Gowa Sulsel, yang berakhir dengan penyegelan sekolah tersebut yang sampai hari ini, sangat disayangkan LSM Maha Karya Indonesia.

“Kalau hanya penggantian ganti rugi lahan saja tidak bisa di selesaikan agar anak-anak kita bisa menikmati proses belajar mengajar dengan baik dan tenang, bagaimana bisa Kabupaten Gowa menjadi Kabupaten Pendidikan dan menjadi kiblatnya pendidikan di Indonesia,” ujar Ketua LSM Maha Karya Indonesia Syafriadi Djaenaf, Minggu (11/2/2018).

Hal ini disampaikan disela-sela rapat konsolidasi koalisi Dr Salam sebagai kadis pendidikan hanya bisa bertanda tangan dan membuat konsep tapi tidak bisa menyelesaikan persoalan pendidikan di kabupaten Gowa,

“Kalau hanya bekerja seperti itu saja masih banyak SDM lokal yang mampu menjadi kadis. Kita harus punya kepedulian kepada pendidikan secara universal bukan hanya konsep dan proyek pada pendidikan itu, kasihan siswa yang terganggu proses belajarnya dengan menempati Masjid untuk belajar dan apalagi sudah mendekati ujian akhir sekolah, “Tambahnya yang biasa di sapa Daeng Mangka.

SDI Barongin mendapatkan simpati dari beberapa kalangan masyarakat sejak terjadinya penyegelan di lahan sekolah tersebut, Koalisi LSM Maha Karya Indonesia, Daeng Mangka sangat menyesalkan kalau penyegelan berlarut-larut seperti ini sejak tanggal 15 Desember 2017 padahal pemilik lahan sangat terbuka dan responsif berkomunikasi.

Sementara, komunikasi sudah dilakukan sejak tanggal 10 November 2017 dan surat penyampaian peyengelan tanggal 8 Desember 2017 karena dinilai tidak ada respon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gowa.

Seperti informasi yang dihimpin LSM ini, ada seminggu waktu yang diberikan oleh pemilik lahan sebelum melakukan penyegelan.

“Paling parahnya lagi karena ada anggaran pembangunan dan rehab di sekolah tersebut yang sampai sekarang belum terselesaikan, nanti kita investigasi anggaran tersebut jangan sampai di pindahkan kerekening pribadi untuk menghindari pengembalian anggaran karena lewat tahun anggaran,” tegasnya.

“Saya curiga kalau Bupati Gowa belum mengetahui permasalahan ini, jangan-jangan laporannya aman dan beres ke beliau, ABS saja asal bapak senang”,jelasnya Dg. Mangka.

Lanjut Daeng Mangka mengatakan, Tidak mungkin Bupati membiarkan masalah ini berkepanjangan apalagi berkenaan dengan pendidikan.

“Silahkan mengundurkan diri kalau tidak mampu mengurus pendidikan di kabupaten Gowa,” tegasnya.

“Legowo saja bahwa sudah tidak mampu karena ini bukan dunia kampus yang hanya mengurusi mahasiswa, ini dunia pendidikan yang sangat multikompleks permasalahan didalamnya,” pungkasnya.

Laporan: Fandi

loading...