Ketua Ombudsman Kalsel Sorot tajam Tindakan Berlebihan Kejaksaan. Ini Sebabnya!

oleh -394 views

BANJARMASIN – Banyak yg bertanya soal penahanan Syahiduddin oleh Kejaksaan kepada saya. Mungkin krn saya dianggap tahu masalah tsb atau dianggap putra daerah yg selalu mengikuti perkembangan dinamika politik di kabupaten Kotabaru. Sabtu (24/2).

Menurut Keterangan Noorhalis Majid,
Ketua Ombursman Kalsel, pihaknya hanya mendengar sepintas soal syahiduddin atau Iid yg dilaporkan KNPI Kotabaru membuat pernyataan di medsos, bahwa lomba bagarakan sahur perbuatan sia-sia .

“Ketika mendengar kasus ini ditangani kejaksaan, saya tertawa. Karena saya pikir, ini pasti guyon. Tidak mungkin perkara sepele ini ditangani Aparat Penegak Hukum dan beresiko hukum badan. Tapi setelah mendengar kabar Iid ditahan kejaksaan, dan ditetapkan tersangka, maka menurut saya ini berlebihan,” tegasnya.

Kalau hal seperti ini diseret sebagai perkara hukum, lanjut Noorhalis, maka berarti sudah tidak ada lagi kebebasan bersuara. Kebebasan menyampaikan pendapat dan pemikiran. Kasus spt ini akan jadi preseden buruk untuk kasus lainnya yang pasti sangat banyak.uk

“Menurut saya, boleh saja orang lain mengatakan lomba bagarakan sahur itu perbuatan sia-sia. Tidak ada yang salah. Hak orang berpendapat. Apalagi kalau lomba tersebut menggunakan dana APBD dan dilaksanakan oleh organisasi terbuka seperti KNPI. Dan lomba tersebut dilakukan di ruang publik. Maka tidak ada yg salah dengan kritik Iid,”tambahnya.

Karena itu, ketika masalah tsb menjadi masalah hukum, ia sangat menyayangkan.

“Karena itu, saya menyarankan agar diselesaikan secara adat saja. Saling bermaafkan. Jadikan ini pelajaran bagi semua pihak. Saya kira belum terlambat. Aparat dapat menjadi penengah,” pintanya.
.
Dikatakan, kalau itu bisa dilakukan, maka semua pihak akan sangat terhormat, termasuk aparat penegak hukum. Kalau aparat kesulitan jadi penengah, panggil para tetuha yang arif dan bijaksana, pasti mereka mampu mendamaikannya.

“Saya sangat berharap dan menunggu perkara sepele spt ini diselesaikan dengan cara yang lebih terhormat, yaitu ddngan dialog, mediasi dan islah, berdamai secara adat,” tutupnya. (MI)

loading...
loading...