Kian memanas isu reshufle kabinet Jokowi-JK

oleh -174 views

images(2)Indotimnews.com– Isu perombakan atau reshuffle kabinet kembali mencuat. Beberapa nama anggota kabinet kerja disebut-sebut pantas diganti, karena tidak bisa bekerja maksimal sesuai visi dan misi pemerintahan Presiden Jokowi.

“Reshuffle kabinet harus dipisahkan antara berbasis kinerja dan desakan politik. Tidak boleh mengganti menteri karena desakan eksternal. Itu harus dipisahkan dan semuanya kembali kepada leadership seorang presiden,” kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Publik (PSHK), Ronald Rofiandri, Jakarta, Rabu (6/5).

Dari sekian nama anggota kabinet yang pantas diganti, nama Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly juga disebut. Tetapi tidak jelas, apa tolak ukur Yasonna harus diganti.

Ronald mengatakan, di luar konteks konflik Partai Golkar dan PPP, kinerja Menkum HAM Yasonna Laoly lebih baik, padahal banyak isu-isu hukum yang semuanya bermuara ke Kementerian Hukum dan HAM.

Dari sisi legislasi, kata dia, Yasonna sangat gesit dan cepat merampungkan sekitar 20 rancangan undang-undang (RUU) yang menjadi prioritas tahun 2015.

“Itu sudah sesuai Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Jokowi,” tegasnya.

Dari sisi pembenahan lembaga pemasyarakatan (Lapas), kata Ronald, Menkum HAM sedang membenahi itu, khususnya soal over kapasitas. Demikian juga soal imigrasi, Menkum HAM melakukan banyak pembenahan dan perlu diapresiasi.

“Jadi itu prestasi Menkum HAM yang berbasis kinerja dan bukan karena desakan politik,” tandasnya.

(merdeka.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.