Kiyai dan Pendeta Pukul Beduk Pembukaan MTQ Kab. Tana Toraja, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sulsel Untuk MUI

oleh -141 views

TANA TORAJA– Mungkin memanglah tepat jika Tana Toraja disematkan julukan “role model kurukunan umat beragama di Indonesia”. Betapa tidak, karena pada setiap event keagamaan yang digelar di daerah ini selalu melibatkan tokoh lintas agama, baik pada saat persiapan maupun pada saat pelaksaanaan.

Masih segar dalam ingatan kita pelaksanaan STQH ke 31 pada tanggal 23 April 2019 lalu, dimana ada beberapa cabang lomba yg digelar di Aula Gereja Paroki Makale dan Aula Sekretariat Wilayah II Gereja Toraja.

Keterlibatan tokoh-tokoh lintas agama ini kembali dibuktikan pada acara Pembukaan MTQ ke IX dan FASI ke III Tingkat Kab. Tana Toraja (Sabtu, 22/02/2020), dimana Kyai H.Zainal Muttaqin (Ketua MUI Kab.Tana Toraja) dan Pendeta Okiwenti (Pdt Gereja Toraja Jemaat Sion Makale) diserahi stick pemukul beduk oleh Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae untuk memukul beduk penanda dibukanya secara resmi acara ini.

Kolaborasi Kyai dan Pendeta tentunya adalah salah satu manifestasi dari program Getaran Sukma Ilahi, Sentuhan Peduli Sesama dan Damai Torajaku yang digagas oleh Bupati Nicodemus Biringkanae.

Dalam acara pembukaan MTQ kali juga dilakukan Penetapan dan Pengukuhan Pengurus MUI Tingkat Kecamatan, yang berasal dari 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Makale, Sangalla’, Mengkendek dan Gandangbatu Sillanan.

Kakanwil Kemenag Sulsel H.Anwar Abubakar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari MTQ Tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

Ia juga menyoal dan memberi wejangan kepada pengurus MUI tingkat kecamatan yang baru saja dikukuhkan.

“Selamat kepada seluruh pengurus MUI Tingkat Kecamatan yang baru saja dilantik. Untuk para pengurus saya kutip sebuah hadits al-ulama waratsatul anbiya’ yang berarti ulama adalah pewaris para Nabi. Ini artinya dipundak ulama ada amanah yang tidak ringan sehingga jabatan ini memang sangatlah berat”, ucap H.Anwar Abubakar

“SOP ulama itu tidak berat. Yang menjadikan berat karena ulama ula alimin. Ulama yang menyampaikan ilmunya dan sekaligus melaksanakannya”, lanjutnya

Kakanwil yang pernah menahkodai Kemenag Bantaeng dan Kab.Gowa ini mengungkapkan bahwa saat pengukuhan dia yang kaget dan gemetaran karena tugas ini sangat berat dan harus dipertanggung jawabkan dunia akhirat.

“Umat ketika berada dijalur yang benar maka ulama ikut mendapatkan pahala, namun jika tidak, bapak ibu yang ikut menanggung dosanya. Dan itu bisa jadi dosa warisan. Makanya walau baru saja dilantik mundur memangki sekarang kalau memang berat kita rasa”, tutur Kakanwil berseloroh.

Turut hadir pada acara pembukaan MTQ dan FASI Tingkat Kab Tana Toraja tahun 2020 ini antara lain, Anggota DPR RI Mitra Facruddin MB, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel
H.Suherman,SE, MM mewakili Gubernur Sulsel, Ketua Tim Penggerak PKK Kab.Tana Toraja yang juga Plt.Kadis Pariwisata Rospita Napa, Ketua DPW BKPRMI Sulsel, para pejabat Forkopimda Kab. Tana Toraja, Ketua DPRD Tana Toraja, Kepala OPD lingkup Setda Kab. Tana Toraja, Kabid Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Sulsel H.Rappe, Kepala Kantor Kemenag Tana Toraja dan Toraua Utara, Pengurus BKPRMI Tana Toraja, Ketua MUI Kab. Tana Toraja, Ketua dan Anggota FKUB Tana Toraja, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Makale, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Organisasi Keagamaan dan Kepemudaan serta ibu-ibu majelis taklim se Kab. Tana Toraja.

Dilaporkan oleh:
humas kemenag (AB**)/Safrida sf