Kok Data Penduduk di Makassar Dikatakan tak Akurat?

oleh -140 views

images(47)Indotimnews.com– Data Badan Pusat Statistik (BPS) denga Dinas kependudukan dan Catatn Sipil Makassar, ternyata punya data kependudukan yang berbeda. sehingga ketidak akurasian data tersebut, menjadi sorotan Walikota Makassar, Jumat (6/2/2015)

“Saat ini masih terjadi perbedaan data kependudukan antara BPS dan Disdukcapil. Perbedaannya itu malah sangat besar,” ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, perbedaan data itu menjadi kendala pemerintah dalam melindungi warganya untuk diberikan layanan jaminan kesehatan karena setiap warga harus terdata.

Wali kota menyebutkan, data dari BPS untuk penduduk Makassar hanya sebanyak 1,3 juta jiwa. Sedangkan data yang diterimanya dari Dinas Kependudukan dan Catat Sipil Makassar mencapai 1,7 juta lebih.

“Keakurasian mengenai data warga Makassar yang berhak menikmati pelayanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) itu jadi masalah. BPS hanya 1,3 juta, sedangkan data kependudukan itu 1,7 juta,” katanya.

Dia memberikan contoh mengenai jumlah penduduk Kota Makassar 1,7 juta jiwa itu diketahui berdasarkan data terkini dari layanan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Wali kota mendengarkan presentase penyelenggaraan BPJS Provinsi Sulsel dan Kota Makassar yang disampaikan Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel dr Rahmat Latief dan Kadis Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin.

Dalam pemaparan tergambar khusus jika di Kota Makassar penerima jasa kesehatan bebas biaya itu sebanyak 310.339 orang. Jumlah ini tertera di dalam daftar penerima manfaat.

“Untuk memastikan ke 310.399 nama ini benar, maka nanti akan akan diumumkan melalui media cetak, siapa saja warga yang menerima manfaat itu,” jelasnya.
(antarasulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.