Komisi III Bakal Datangkan Konsultan Lakukan penghitungan Soal Tugulufa

oleh -253 views

Indotimnews– Terkait dengan pembangunan yang sebelumnya dinilai asal-asalan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Tidore Kepulauan itu mendapat respon serius oleh komisi III DPRD Kota Tidore kepulauan.

Kepada Indotimnews.com Ardiansyah Fauji anggota Komisi III DPRD Kota Tikep mengaku bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan pertemuan bersama dinas PU untuk membahas akan masalah tersebut, dan dalam pertemuan itu PU mengaku bahwa pihaknya telah melakukan prubahan terkait dengan pembuatan papan nama Tugulufa yang dimana sebelumnya harus dibuat panggung namun pada ahirnya tidak ada panggung papan nama.

“Bangunan tugulufa itu sebelumnya memang kadis PU mengaku bahwa pihaknya telah melakukan perubahan atas pembuatan panggung yang kalau tidak salah itu anggarannya senilai Rp. 200 Juta. Hanya saja dalam proses pekerjaan pembangunan panggung itu sudah tidak dikerjakan sehingga mereka melakukan CCO ke jalan masuk pantai tugulufa,” ujarnya.

Olehnya itu, untuk memastikan apakah bangunan itu benar-benar telah sesuai dengan anggaran yang diperuntuhkan ia kemudian mengusulkan kepada komisi III untuk segera melakukan kerjasama dengan tenaga ahli yang dapat menghitung akan pembuatan bangunan tersebut.

“Saya sudah mengusulkan kepada komisi III untuk ditindaklanjut dengan mendatangkan tenaga ahli yang bisa menghitung terkait dengan pembangunan tugulufa. Sehingga dengan begitu kita tidak lagi bertanya-tanya apakah bangunan itu ada indikasi mark-up atau tidak. Hanya saja saat ini kita masih disibukan dengan banyak kegiatan sehingga soal kepastiannya nanti dikonfirmasi sama ibu ketua,” jelasnya.

Terpisah ketika di confirmasi melalui via telephone, ketua komisi III DPRD Kota Tikep Ratna Namsah mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi pihak konsultan untuk melakukan kerjasama guna menghitung pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Kami akan mendatangkan tenaga ahli untuk menghitung atas dugaan kerugian pembangunan tersebut, agar masalah ini tidak berlarut-larut sebab saat ini kami masih dibenturkan dengan banyak kegiatan sehingga saya belum bisa memastikan kapan waktunya tetapi nanti setelah kegiatan ini akan saya koordinasikan dengan ketua dan teman-teman anggota lainnya,” tandasnya.

Lebih lanjut ia juga mengaku bahwa terkait dengan anggaran perencanaan pantai tugulufa telah dikembalikan ke kas daerah, sehingga proses pembangunan yang dilakukan itu menggunakan perencanaan yang dibuat sendiri oleh PU.

“Masalah tugulufa yang dirancang dan dilakukan tidak sesuai dengan prosedur dan mendapat banyak kritikan baik berupa hujatan maupun hinaan seperti penyebutan “Pantat” dan “Tai Tu”. Itu sesungguhnya kita harus malu, sebab itu adalah marwah pemerintahan dan pemerintahan ini adalah DPRD dan Pemkot Tikep. Namun kita tidak boleh merasa risih, sebab kritikan yang dilontarkan itu wajar karena mereka yang mengkritik itu juga mencintai tidore sehingga mereka mengingkan Tidore ini bagus sebab ada pembandingnya seperti ternate,” pungkasnya.

Laporan : Ute

loading...
loading...