Komisi III Soroti Tindakan Pemkot Tikep “Galang Bantuan” Demi Penonton STQ

oleh -207 views

Indotimnews– Kebijakan pemerintah daerah Kota Tidore kepulauan yang menyurati para pengguna Toko di areal pasar sarimalaha untuk berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kota Tidore kepulauan dalam bentuk barang maupun uang, mendapat sorotan dari komisi III Dewan perwakilan Rakyat daerah.

Menurut ketua Komisi III DPRD Tikep, Ratna Namsah kepada Indotimnews.com, bahwa sumbangan yang diminta oleh pemerintah daerah kepada pemilik toko dinilai tidak jelas peruntukannya, sehingga ia berjanji bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Bagian Bina Kesra Sekretariat Pemerintah Daerah Kota Tikep untuk dimintai klarifikasi atas permintaan sumbangan yang diminta oleh pemerintah daerah kepada pengguna toko.

“Tujuan dari pada kegiatan STQ ini untuk apa, sehingga harus pedagang di suruh kasih uang atau barang. Padahal kehidupan perekonomian bagi pengguna toko di pasar ini juga belum berjalan stabil karena mereka juga baru menempati pasar,” ucapnya.

“Yang seharusnya kita lakukan adalah membantu mereka untuk mendorong tingkat perekonomian pasar. Olehnya itu dalam waktu dekat kami akan memangil mereka (bagian Bina Kesra) untuk dimintai klarifikasi, sebab saat ini kami masih terbentuk dengan sejumlah agenda salah satunya terkait dengan BUMD,” ujar Ratna, saat dihubungi melalui via ponsel belum lama ini.

Sekedar diketahui, terkait dengan permohonan bantuan/sumbangan yang disurati oleh pemerintah daerah kota tikep itu ditandatangani secara langsung oleh sekertaris daerah Kota Tikep Ir. M. Thamrin Fabanyo, MTP melalui surat dengan nomor : 451.14/95/01/2017. Perihal Partisipasi kegiatan STQ 2017.

Terpisah, menanggapi sorotan komisi III kepala bagian bina Kesra sekretariat daerah Kota Tikep Sahnawi Ahmad kemudian angkat bicara, ia menjelaskan bahwa bantuan yang disampaikan kepada pimpinan toko untuk disumbangkan dalam pelaksanaan STQ tingkat kota merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam memerihkan kegiatan tersebut.

“Hal itu bertujuan agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat merangsang para pengunjung atau masyarakat yang menghadiri kegiatan STQ,” katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan lanjut Sahnawi, kemudian tidak dilakukan inovasi dan kreatifitas yang bisa mendatangkan masyarakat untuk meramaikan kegiatan tersebut, maka dipastikan kegiatan STQ akan tanpa penonton. Karena sejauh ini kesadaran masyarakat tidore akan kegiatan-kegiatan kegamaan masih sangat minim.

“Bantuan yang disumbangkan pemilik toko ini nantinya dilakukan dorprize (karcis berhadiah) kepada penonton, sehingga bagi penonton yang datang untuk menyaksikan kegiatan tersebut nantinya diberikan karcis berhadiah untuk di undi. Olehnya itu bantuan ini kami tidak memaksakan untuk harus diberikan,” ucap Sahnawi.

“Kreatifitas ini bukan baru kali ini dilakukan melainkan sudah dilakukan pada tahun sebelumnya, hanya saja pada tahun sebelumnya itu kerjasama yang dilakukan baru sebatas dengan pihak Bank,” Ungkapnya

Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan yang diberikan oleh pihak ke tiga ini tidak seharusnya dalam bentuk uang, melainkan sekedar barang yang diberikan baik berupa alquran maupun barang lainnya, yang terpenting dalam pemberian dilakukan dengan niat yang ikhlas.

“Tidak semua toko kita minta sumbangan, hanya toko-toko yang kita anggap sudah besar dan memiliki nama itu yang kita bangun kerjasama, dan untuk bantuan ini itu diluar dari item kegiatan yang termuat dalam DPA, jadi bantuan ini bukan pungli,” pungkas Sahnawi.

Laporan : Ute

loading...
loading...