KPJ kecam kejaksaan tak indahkan dugaan korupsi Bansos di Enrekang TA.2014

oleh -198 views

IMG_20160419_131541Makassar– Aktivis Koalisi parlemen Jalanan (KPJ), meregang kecewa atas kinerja aparat hukum, Kejaksaan negeri (Kejari) Enrekang, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.

Pasalnya, ativis KPJ yang sudah melakukan pelaporan secara resmi terkait dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) hibah Kabupaten Enrekang Tahun Anggaran (TA) 2014 yang nilainya Rp.10,5 Miliar, hingga saat ini terkean tak berjejak secara hukum.

“Dana Bansos dan Hibah Enrekang TA. 2014 = 10,5 M..
Tanggal 5 Februari 2015 kami laporkan secara kelembagaan atas nama KPJ di Kejari Enrekang. Sayangnya laporan dugaan korupsi itu tak kunjung berproses apalagi penetapan tersangka,” ucap Hendrianto Jufri, aktivis KPJ, Selasa (19/4).

lanjutnya, sementara ketentuan aturan penyelidikan/penyidikan suatu perkara oleh kejaksaan adlah 40 + 20 hari kerja (dua bulan).

“Hasil Penelusuran dan Kajian kami merujuk‬ pada LPJ Enrekang untuk Dana Bansos/Hibah, tak kurang dari Rp.2 M yang tak memiliki SPJ atau diduga FIKTIF,” papar aktivis KPJ ini.

Merujuk pada pada SK penerima Hibah ke sejumlah OKP/LSM yang ditandatangani langsung Sang Bupati bernomor 263/KEP/IV/2014, menurut Hendrianto, diduga kuat bertentangan dengan Permendagri No.32 tahun 2011 pasal 7, dan potensi kerugian negara tak kurang dari 2 M.

‪”‎Rujukan‬ selanjutnya yakni baik lampiran III dan IV PERBUB No. 31 tahun 2014 maupun LPJ Dinas Keuangan Enrekang tentang Daftar penerima Dana Bansos/Hibah tidak tercantum Identitas, Alamat, rincian tanggal pencairan yang FALID.. maka potensi penyelewengan uang negara (indikasi korupsi)tak kurang dari 10 M,” ucapnya.

Untuk itu aktivis KPJ mendesak agar Kajari, Kasi Pidsus Enrekang, harusnya berani memeriksa bupati, kadis keuangan Enrekang dan semua pihak yang terlibat dalam pusaran kasus Bansos/Hibah Enrekang.

“jangan stengah2 dan terkesan takut (tebang pilih) dalam penanganan kasus ini bung dan jangan paksa kami untuk berfikiran negatif terhadap penegakanhukum di lingkup kejaksaan,” pungkas Hendriyanto Jufri.

Editor: Zulkifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.