KPK Belum Periksa Mantan Walikota Makassar Selaku Tersangka

oleh -148 views

images(364)-1Makassar– Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi PDAM Makassar yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp38,1 miliar belum diperiksa sebagai tersangka.

Pengacara tersangka, Nasiruddin Pasigai di Makassar, Senin, mengatakan, kliennya hingga saat ini belum diperiksa sebagai tersangka karena penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Memang belum ada pemeriksaan untuk pak Ilham karena penyidik KPK masih fokus pada pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti,” ujarnya.

Dia mengatakan, dirinya bersama tim pengacara lainnya yang mendampingi Ilham Arief Sirajuddin tidak melihat adanya penyimpangan dalam kontrak kerja sama PDAM Makassar dengan pihak swasta.

Apalagi, kata dia, kliennya itu tidak terlibat langsung dalam kontrak kerja sama dengan para pengusaha yang menjadi mitra PDAM karena status kliennya di perusahaan milik pemerintah kota itu hanya sebagai komisaris.

“Sampai sejauh ini yang kami lihat dan pelajari, sebenarnya tidak ada peran pak Ilham dalam kontrak kerja sama itu karena tugasnya hanya mengeluarkan rekomendasi yang mempunyai implikasi hukum,” katanya.

Nasiruddin menjelaskan, implikasi hukum yang dikeluarkan oleh komisaris dalam suatu perusahaan itu bisa ditindaklanjuti dan bisa juga tidak dilaksanakan atas pertimbangan-pertimbangan dari jajaran direksi.

Berdasarkan pantauan, pengacara mantan Wali Kota Makassar dua periode itu berada di PDAM Makassar untuk mengetahui perkembangan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melakukan penggeledahan.

Rombongan penyidik KPK yang memakai rompi bertuliskan KPK itu sudah berada di kantor PDAM Makassar, sekitar pukul 08.00 WITA dan hingga pukul 22.00WITA para penyidik belum juga meninggalkan kantor tersebut.

“Kita disini sangat terbuka dan akan senantiasa membantu para penyidik. Penyidik diberikan akses penuh untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan sejumlah dokumen yang dianggapnya penting,” kata Nasiruddin.

Sebelumnya, dalam kasus ini, KPK menetapkan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.

Pasal yang disangkakan, yakni Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 mengenai perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya dalam jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara.

Selain Ilham Arif Sirajuddin, KPK juga menetapkan Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar Hengky Widjaja sebagai kasus yang sama dan disangkakan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1.

Badan Pemeriksa Keuangan pada tanggal 8 November 2012 sudah menyerahkan data hasil audit perusahaan milik Pemkot Makassar itu kepada KPK. Hasil audit tersebut adalah ditemukan potensi kerugian negara dari kerja sama yang dilakukan PDAM dengan pihak swasta hingga mencapai Rp520 miliar.

Keempat perusahaan tersebut diantaranya, PT Traya Tirta Makassar dan PT Bahana Cipta dalam rangka pengusahaan pengembangan instalasi pengolahan air (IPA) V Somba Opu dengan nilai kontrak Rp455,25 miliar. Untuk kontrak itu diduga terjadi kerugian negara senili Rp38,1 miliar.

Sedangkan dua perusahaan lainnya untuk kerja sama dengan PT Multi Engka Utama dalam pengembangan sistem penyediaan air minum atas pengoperasian IPA Maccini Sombala tahun 2012-2036 dengan nilai investasi sebesar Rp69,31 miliar dan kerja sama antara PDAM Makassar dan PT Baruga Asrinusa Development dengan potensi kerugian sebesar Rp2,6 miliar.  (antarasulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.