Kuli Pasir Ini Dapat Bantuan Bedah Rumah PT. Semen Tonasa

oleh -130 views

bedarumah1Indotimnews.com– Rumah milik keluarga kuli miskin itu tak lagi berlantai tanah. Dengan bantuan bedah rumah dari PT. Semen Tonasa melalui Forum Desa Bontoa, rumah itu kini berdiri layaknya rumah panggung lain di desa ini.

Sanawiya, pemilik rumah ini menuturkan hidupnya yang direndahkan karena kemiskinan. Tatapannya sayu yang diiringi air mata meleleh di pipih. tak mampu sembunyikan derita hidup yang dijalaninya. Hidup miskin ditengah cibiran masyarakat selama berpuluh tahun seperti pecut yang membuatnya tegar sekaligus pasrah menjalani takdir.

Itulah Sanawiyah (40 tahun) seorang ibu rumah tangga yang tinggal kampung Samaelo, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. Pemilik rumah yang lebih pantas disebut gubuk yang ditempatinya bersama suaminya, Abdul Gaffar (50 tahun) dan anak semata wayangnya yang duduk di bangku kelas 1 SMP. Keluarga kecil ini merupakan keluarga penerima bantuan bedah rumah dari PT Semen Tonasa.

Sebelum dibedah rumah milik Sanawiyah ini merupakan rumah berlantai tanah dan berdinding triplek dengan tambalan seng dimana-mana. Selain kondisi rumahnya yang memperihatinkan dibanding rumah warga lain, suaminya juga hanya seorang kuli pengangkut pasir.

Keluarga ini melarat. Mungkin karena ini semua, Sanawiyah mengaku kerap direndahkan oleh sejumlah tetangga. Dengan penghasilan Rp.10 ribu, tak banyak yang bisa dilakukan Gaffar untuk keluarganya.

Upah sepuluh ribu rupiah dari kerja seharian di sungai, lokasi tambang pasir tempatnya bekerja, tak semua sampai ke tangan istrinya. Enam ribu rupiah dipakainya untuk membayar angkot, sisanya yang dibawa pulang.

Ia menuturkan saat musim hujan seperti sekarang, tambang pasir sungai tempatnya bekerja tidak bisa beroperasi. Kalau seperti ini, biasanya Gaffar ke pabrik beras untuk membantu-bantu. Tubuh rentanya yang legam dipaksanya untuk mengangkat berkarung-karung beras demi keluarganya.

Sanawiyah menuturkan, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan saja ia harus putar otak agar penghasilan suaminya itu cukup. Untuk bermimpi memperbaiki rumahnya saja ia tak berani. Semuanya dia serahkan kepada Yang Maha Kuasa.

“Saya percaya Tuhan tidak pernah tidur. Saya sabar saja apapun dibilang orang. Kalau dibilang kami miskin, kami memang miskin atau rumah saya jelek memang begitu keadaannya,” tuturnya.

Bahkan, saat peresmian bedah rumah miliknya, ia tak berani turun menemui warga lain. Ia mengaku malu, tak berani ia menatap mata sejumlah warga yang sebelumnya tak percaya kalau rumah berlantai tanah itu kini akan berdiri menjadi rumah panggung seperti rumah pada umumnya di kampung ini. Sesekali, ia hanya mengintip keluar, lalu masuk lagi. “Saya senang, tapi ada juga perasaan lain-lain. Banyak yang tidak percaya rumah saya bisa berdiri seperti sekarang,” ujarnya. Untuk mendirikan rumah ini, PT Semen Tonasa menggelontorkan dana sebesar Rp.46 juta melalui Forum Desa Kelurahan Bontoa. Direktur Komersial PT Semen Tonasa, Tri Abdi Satrio mengatakan selain menjadi kewajiban sosial PT. Semen Tonasa kepada warga sekitar, kegiatan ini merupakan juga telah menjadi agenda rutin oleh Tonasa. “Ini bukti kepedulian kita kepada masyarakat Pangkep, khususnya masyaraakat ring satu,” kata Abdi dalam sambutannya. Sementara itu, Staf Ahli Bupati Pangkep, Mahmud menyatakan, pemkab Pangkep sangat mengapresiasi kegiatan sosial PT Semen Tonasa. Dia berharap kegiatan seperti ini bisa lebih ditingkatkn lagi untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Sebagai pemerintah, tentunya kami merasa sangat terbantu. Kami berharap kemitraan dalam pemberdayan masyrakat bisa lebih baik kedepannya,” harap Mahmud. Editor : H. Sakkar Rauf

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.