Lagi! 6 Orang WBP Lapastika Jalani Asimilasi di Rumah, Ini Pesan Yusran Sa’ad

oleh -151 views

Gowa – Pelaksanaan Program Asimilasi di rumah bagi Narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa kembali sebanyak 6 orang Warga Binaan dapat menjalani Program tersebut, Sabtu (06/03/2021).

WBP yang menjalani Program Asimilasi di rumah merupakan WBP yang memenuhi syarat yaitu berkelakuan baik dan tidak tergolong residivis, lebih lanjut masa Hukuman pidananya 5 tahun kebawah, syarat lebih lengkapnya diatur dalam Permenkumham No. 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, PB,CMB, dan CB bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Penanggulangan Penyebaran Covid 19.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Bimnadik) Sinardi mengatakan bahwa 6 orang WBP yang menjalani Asimilasi di rumah telah mengikuti sidang oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lapas Narkotika Sungguminasa yang dihadiri oleh anggota TPP dan juga keluarga penjamin.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa Yusran Sa’ad mengatakan, bahwa asimilasi dirumah ini merupakan program pemerintah dari Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

“Program asimilasi di rumah ini sesuai dengan peraturan menteri No. 32 Tahun 2020 bahwa Narapidana yang ada di Lembaga Pemasyarakatan jika memenuhi syarat yang ditentukan bisa melaksanakan asimilasi di rumah artinya sebelum tiba waktunya bebas murni telah menjalani 2/3 masa pidananya itu sudah boleh melaksanakan asimilasi di rumah,” terang Yusran.

Lanjut, Yusran Sa’ad terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada WBP yang menerima program Asimilasi di rumah dan juga keluarga penjamin.

“Saya berharap Warga Binaan menerima kesempatan ini, penghargaan ini, anugerah ini dengan baik, berkumpul dengan keluarga dirumah, tidak melakukan pelanggaran hukum kembali dan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” Pesan Kalapas.

Lebih lanjut, yang berperan penting melakukan pengawasan oleh WBP yaitu pihak keluarga WBP yang di monitoring langsung Balai Pemasyarakatan (BAPAS). (*)

loading...
loading...