Lagi, dua pelaku curanmor keok di ujung bedil polisi

oleh -144 views

Indotimnews– Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), keok di ujung bedil aparat kepolisian, setelah mencoba kabur saat dilakukan pengembangan.

Unit Kejahatan dan Kekerasan jalanan (Jatanras) Polrestabes Makasssar, Minggu malam (26/2/17), sekitat Pukul 22.10 Wita, melakukan penangkapan terhadap dua tersangka curanmor, Nawir (32) dan Ruslan (27), di Bulurokeng, Kecamatan Biringkanayya.

Penanhkapan ini didasari Laporan polisi No. Pol: 19/ II/ 2017/ Subsek Marusu/ spkt sek lau / Res Maros Tanggal 26 Februari 2017 atas nama pelapor Ramli Saleh.

Informasi yang dihimpun di kepolisian menyebutkan, apatat memdapatkan kabat jika tersangka ingin menjual motor dengan harga murah di sekitar daerah Bulu Rokeng. Unit Jatanras Polrestabes Makassar punnbergerak cepat untuk mengamankan tersangka.

Sementara dari hasil introgasi kepada tersangka, mengakui, bahwa baru saja melakukan pencurian di wilayah pattene 88 yaitu diwilayah hukum Polres Maros, tepatnya, Polsek Lau.

Selanjutnya, Polsek lau tepatnya di TKP, sehingga Unit Jatanras Polrestabes Makassar menghubungi Unit Opsnal Polsek Lau untuk memastikan kasus curanmor ini.

Lalu, Unit Jatanras Polrestabes Makassar yanh dipimpon Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Kompol. Edi Sabhara, melakukan Pengembangan penunjukan TKP yang lain diwilayah Makassar.

Namun apa lacur,  di tengah perjalanan,  kedua tersangka berontak dan berupaya mengelabui petugas dan melarikandiri, sehingga dilakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Keduanyapun tak mengindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas oleh Unit Jatanras Polrestabes Makassar dengan cara menembakan kebagian kaki kedua pelaku curanmor ini.

Saat keok, keduanyapun dibawa ke Rs. Bhayangkara, guna mendapatkan perawatan medis.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dicky Sondany, membenarkan penangkapan dua tersangka curanmor tersebut.

“Kini kedua curanmor ini diserahkan ke Polsek Lau, Polres Maros untuk dilakukan proses hukum,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel.

 

Editor: Zul

 

loading...
loading...