Langgar Perwali Makassar, 9 Unit Truk 10 Roda Ditilang

oleh -503 views

Mobil-Truk-10-Roda-Masih-Bekeliaran-di-siang-Hari-300x199-1Makassar– Dinas Perhubungan Kota Makassar menilang sembilan unit truk 10 roda yang melintas di Jalan Penghibur, Kamis (18/9/14) sore.
Truk 10 roda tipe galian tambang C hendak melakukan bongkar muat timbunan di Jalan Metro Tanjung Bunga.

Kepala Seksi Ketertiban LLAJ Dishub Kota Makassar, Abdullah Rowa, yang memimpin operasi truk 10 roda, mengatakan penilangan dilakukan sesuai peraturan wali kota Makassar, nomor 94 tahun 2013, tentang larangan truk 10 roda melintas didalam kota.

“Kami dapat diperintah langsung dari pimpinan untuk menilang truk 10 roda. Operasi ini penegakan perwali tentang larangan oprasi truk 10 roda melintas di siang hari,” kata Rowa didampingi puluhan petugas Dishub.

Ia mengatakan dipilihnya pintu masuk Jl Metro Tanjung Bunga sebagai titik oprasi truk 10 roda, karena mayoritas truk muaranya disitu.

“Mereka ini rata-rata truk Gowa dan Maros, kami tau pasti disini muaranya, jadi disini kami lakukan operasi,” ungkapnya.

Mereka para sopir truk lalu dicatat oleh petugas LLAJ dan surat-surat kendaraannya disita.

“Mereka diberi surat tilang dan surat-suratnya kami pegang. Mereka kami limpahkan pengadilan untuk mengikuti persidangan yang dijadwalkan pada Jumat (26/9) mendatang,” terang Rowa.

Sesuai Perwali tahun 94 tahun 2013, truk 10 roda hanya bisa beroperasi di dalam kota Makassar pada pukul 21.00 sampai 05. 00 subu.

Dalam oprasi ini bahkan sempat terjadi pengejaran, karena sopir truk menolak ditahan. Alhasil petugas LLAJ mengejarnya hingga menuju RS Siloam Jl Metro Tanjung Bunga.

“Alasannya para sopir disuruh atasannya untuk jalan saja di Makassar. Oww itu tidak bisa, karena melanggar aturan,” tegas Rowa.

Ia sempat mengaku seharusnya dalam oprasi ini harus juga disertakan aparat dari Satpol PP. “Penegakan perwali ini jangan hanya dishub, seperti Satpol PP harus ikut terlibat,” bebernya yang saat itu tak dida mpingi kepolisian dan Satpol PP.

Kendalanya selama ini, sambungnya untuk kendaraan roda 10 yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat saat ditangkap, tidak adanya tempat untuk “mengandangkan”.

“Dulu truk yang ditilang disimpan di depan eks terminal, karena tidak ada yang jaga, Aki nya hilang. Otomatis kita (Dishub) yang bertanggung jawab. Seharusnya ada yang jaga seperti Satpol PP,” ungkapnya.

Ditambah kendaraan oprasional Dishub yang sangat minim. Dari 11 kendaraan roda dua hanya 2 unit yang beroperasi. Sedangkan mobil 2 unit, mobil derek dan mobil operasi masuk bengkel. (.karebosipost)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.