LBH Pers: Tak ada kejelasan penanganan kekerasan wartawan penyerangan kampus UNM

oleh -248 views

images(38)Makassar– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar mempertanyakan kasus kekerasan jurnalis di UNM Makassar tahun 2014 lalu. Hingga saat ini dua tersangka yakni Brigadir Yuda dan Bripda Fadil belum juga memasuki persidangan.

Selain itu, kasus penuntasannya juga dianggap tidak kejelasan di tangan penyidik Polrestabes Makassar.

Direktur LBH Pers Makassar Fajriani Langgeng menegaskan, lambannya penanganan kasus kekerasan jurnalis membuktikan tidak ada profesionalisme aparat hukum. Karena itu langkah hukum LBH Pers bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar akan meminta penjelasan Kapolda Sulsel yang baru dan Kapolrsestabes yang baru.

“Kami akan menemui Kapolda dan Kapolrestabes untuk meminta penjelasan kasus itu. Pasalnya sudah 1 tahun kasus ini belum ada penyelesaian. Bahkan tidak ada perkembangan. Polisi tidak profesional. Kecurigaan kami jangan sampai penyidik 4 orang tidak memiliki kejelasan,” ujar Fajriani dalam jumpa persnya di Kantor LBH Pers di Jalan Pelita Raya, Minggu (22/11/2015),seperti dilansir beritakotaonline.

Dalam jumpa pers didampingi Ridwan Marzuki dari AJI Makassar dan anggota LBH Pers Angga serta Adam Djumadin dari Koalisi Jurnalis Makassar.

Ridwan menambahkan, kasus kekerasan jurnalis harus menjadi catatan merah bagi aparat kepolisian yang tidak memahami kebebasan pers.

“Kasus ini menjadi efek jera untuk kepolisian. Kasus ini harus dituntaskan. Jangan sampai berlarut-larut sehingga kasus akan jadi expayer. Jadi tidak alasan polisi untuk mengungkap jika ada perkembangan kasus tersebut,” kata Ridwan.

Diketahui, dalam kasus berawal dari bentrok mahasiswa UNM dengan aparat kepolisian. Dalam insiden itu terjadi penganiyaan yang dilakukan aparat kepolisian saat jurnalis Makassar saat meliput aksi demonstrasi di Jalan AP Pettarani, 13 November 2014 lalu.

Sembilan jurnalis menjadi korban, meskipun belakangan hanya tiga korban yang memutuskan melapor ke Polrestabes Makassar.

Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.