Lecehkan Gereja, Setya Novanto Didesak Minta Maaf

oleh -184 views

images(1)Indotimnews.com– Ketua DPR Setya Novanto didesak agar meminta maaf kepada gereja dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) atas pernyataannya yang dinilai melecehkan. Setya menilai gereja di NTT telah menghambat masuknya investor ke daerah itu.

“Kami akan terus berjuang agar Novanto meminta maaf dan menghentikan seluruh perusahaan tambangnya di NTT. Kalau tidak, Novanto harus segera mengundurkan diri menjadi wakil rakyat NTT,” kata Koordinator Komite Masyarakat Ngada-Jakarta (Kommas Ngada-Jakarta) Roy Watu kepada Tempo, Jumat, 13 Maret 2015.

Dalam seminar bertajuk “Mampukah NTT sebagai Pintu Gerbang Selatan Indonesia yang Sukses?” di Gereja Koinonia, Kupang, Kamis, 26 Februari 2015, Novanto menyebutkan daerah ini kaya marmer, emas, dan pasir besi.

“Tapi saat investor hendak mengelola potensi sumber daya alam, selalu ada penolakan dari LSM yang berlindung di bawah gereja. Karena itu, gereja sebagai elemen penting dalam pembangunan di NTT harus memberi pencerahan kepada masyarakat, termasuk LSM, agar menerima investor yang memiliki niat baik membangun daerah ini,” kata Novanto.

Pernyataan Novanto itu, menurut Roy, telah melukai gereja dan masyarakat yang telah berjuang menolak tambang.

Roy mengaku ia dan Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Tambang untuk NTT telah menemui Konferensi Wali Gereja (KWI) untuk mengadukan pernyataan Novanto itu. Dari pertemuan itu, Sekretaris Eksekutif Konferensi Wali Gereja (KWI) Romo Eddy Purwanto meminta agar keuskupan di NTT segera mengeluarkan pernyataan bersama menanggapi pernyataan Novanto.

“Kami mendorong keuskupan se-NTT untuk membuat pernyataan bersama menanggapi pernyataan Novanto sebagai bentuk solidaritas dalam memperjuangkan kepentingan gereja dan rakyat,” kata Roy mengutip pernyataan Romo Eddy.

Menurut Roy, KWI juga mengimbau agar tujuh keuskupan di NTT, yakni Ruteng, Ende, Maumere, Larantuka, Kupang, Atambua, dan Wetebula meminta klarifikasi pernyataan Novanto dan menyatakan bahwa tambang tidak cocok di NTT. “KWI menduga pernyataan itu tidak tepat dan disinyalir demi kepentingannya bisnis Novanto,” katanya.

KWI, ia melanjutkan, juga menolak kegiatan pertambangan karena tambang tidak memberikan kesejahteraan untuk masyarakat di sekitar lingkar tambang. Novanto diketahui memiliki perusahaan tambang PT Laki Tangguh, yang beroperasi di Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

(ntterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.