Lembaga Amanah Garuda Indonesia: Tindakan Refresif Aparat Berlebihan dan Langgar HAM

oleh -360 views

IMG_20141101_143151-1-1Makassar– Aksi kecaman terhadap tindakan refresif aparat kemanan dalam penanganan aksi unjuk rasa penolalkan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dilontarkan Lembaga Amanah Garuda Indonesia.

Dalam siaran persnya yang diterima media ini, Senin malam (10/11/2014) aktivis lembaga ini menyatakan, mahasiswa makassar sebagai icon perlawanan terhadap penguasa yang menindas ‘ rencana kenaikan BBM.

Menurut Supriadi alis Adhi Bintang, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Amanah Garuda Indonesia beberapa minggu ini menjadi wacana hangat . Rencana kenaikan harga bbm sontak membuat Seluruh elemen mahasiswa dan pemuda serta masyarakat mengecam keras rencana kenaikan BBM itu .

“Aksi unjuk rasa terkhusus di Kota Makassar beberapa hari ini adalah bentuk kepedulian element mahasiswa dan pemuda yang menganggap rencana pemerintah tersebut tidak relevan dengan kondisi yang ada,” ucap Supriadi.

Menurutnya, harusnya Pemerintahan jokowi – Jk lebih fokus dalam memeberantas mafia minyak di negeri ini dan memberantas koruptor2 yang merusak sendi sendi kehidupam berbangsa dan bernegara .

“Apa yang dilakukan mahasiswa makassar dan elemen pemuda dianggap meresahkan masyarakat. Namun jika kita mengkaji apa niat tulus dari mereka ( Mahasiswa Makassar ) tidak lain hanyalah menunjukkan konsistensinya dalam memprjuangkan hak2 rakyat,” jelas Ketua DPP Lembaga Amanah Garuda Indonesia.

Iapun atas nama Lembaga Amanah Garuda Indonesia, menyikapi tindakan refresif yang dilakukan oknum aparat kepolisian dalam menangani aksi unjuk rasa sangatlah berlebihan. Dalam menegakkan hukum dengan cara melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)

“Ini tentunya bukan tindakan yang terpuji , penangkapan sejumlah mahasiswa UIT dalam aksi unjuk rasa beberapa hari yang lalu dan tentunya membuat kita teringat akan Zaman orde baru. Di mana hak – hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah selalu di hadapkan dengan tindakan refresif dari oknum kepolisian,” tegas Supriadi alis Adhi Bintang Ketua Umum DPP.Amanah Garuda Indonesia yang juga salah satu dewan pembina Gerakan Aktivis Mahasiswa ( GAM ).

Ia dengan lantang mengecam dengan keras tindakan oknum aparat kepolisian yang melakukan penangkapan dan tindakan refresif terhadap sejumlah pengunjuk rasa.

Kami meminta kepada Kapolda Sulselbar agar kiranya melepaskan sejumlah pengunjuk rasa yang sampai hari ini masih di tahan di markas Mapolda Sulselbar . Juga meminta kepada kapolda Sulselbar untuk membebaskan Hasri Jack,” pinta Adhi Bintang.

Ia juga mengingatkan pihak kepolisian bahwa Jasri Jack tidak ikut demonstrasi saat ditangkap melainkan hanya menyaksikan aksi unjukrasa di DPRD Makassar. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.