Lemkira: Pecat karyawan PT. Pelni Makassar, langgar UU Ketenaga kerjaan

oleh -181 views

logo-pelniIndotimnews.com– Perusahaan perseroan ( Persero ) PT.Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni ) cabang makassar melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak terhadap empat orang Security tanpa alasan yang jelas .

Surat pengakhiran kontrak kerja keempat anggota security ini sesuai dengan surat dengan nomor 154/Pelni -mks /IV/2015 tanggal 13 April 2015 dengan perihal pengakhiran Kontrak kerja terhadap keempat orang Security dengan pertimbangan merujuk surat Direktur Utama PT.PIDC No 315 / Dir / PIDC /XI / 2013 tanggal 02 Desember 2013 tentang persyaratan usia maksimum 40 tahun personil tenaga kerja satpam PT.Pelita Indonesia Jaya Corporecion ( PIDC ) .

Ketua Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara Indonesia ( LSM Lemkira ) Sulawesi Selatan , Rizal Noma angkat bicara terkait dengan surat yang dikeluarkan oleh PT.Pelni Cabang Makassar yang dianggap sepihak dan tidak melakukan Kordinasi dengan pihak PT.PIDC sebagai penyalur tenaga kerja .

” Langkah yang dilakukan oleh pihak PT .Pelni dengan mengeluarkan surat pengakhiran kontrak kerja ,sifatnya sepihak ,apalagi tidak berkordinaisi dengan PT .PIDC sebagai outasorsing yang memiliki surat kontrak berupa perjanjian wajib tenaga kerja ( PWTK ) dengan pihak Security ” , Ungkap Risal Noma saat menggelar jumpa Pers di salah satu Warkop di Jalan Toddopuli , Minggu, 17/05).

LSM Lemkira yang telah Menerima surat dari keempat orang Security tekait untuk memberikan bantuan mediasi karna apa yang dilakukan oleh pihak PT .Pelni diduga tidak sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan .

Langkah tersebut di tempuh dengan melayangkan surat kepada PT.Pelni bulan kemarin , untuk mempertanyakan dikeluarkannya surat tersebut yang di terima langsung oleh kepala cabang PT .Pelni dengan tanggapan akan memperhatikan nasib keempat orang Security .

” Kita sudah melayangkan surat dan berkordinasi dengan kepala cabang , dengan tanggapan akan di tindak lanjuti namun sampai saat ini belum ada jawaban ” Pungkas Risal Noma .

Sekretaris Jendral LSM Lemkira Drs.Muhammad Ahyar menambahkan selain melakukan Kordinasi dengan pihak PT .Pelni , pihaknya juga sudah melayangkan surat pengaduan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar perihal pengakhiran kontrak kerja keempat Security tersebut .

” Kita sudah pertanyakan perihal tersebut dengan melayangkan surat ke Disnaker Kota Makassar namun sampai saat ini belum ada juga releasasi ” Kata Ahyar .

Sementara , Abdul Azis salah satu Security yang diberhentikan mengungkapkan apa yang dilakukan oleh pihak PT.Pelni sangat tidak beralasan karna selama ini dirinya tidak pernah melakukan kesalahan , surat teguran atau surat peringatan
( SP ) tidak pernah juga dirinya terima.

” Saya juga kaget pak waktu saya terima itu surat , tidak pernah juga saya terima surat peringatan sebelumnya apalagi melakukan kesalahan atau melanggar aturan “, kalopun alasannya peremajaan kenapa yang lain yang usianya juga 40 tahun masih aktif ” , cetus Abdul Azis .

Dirinya menambahkan , kalopun surat yang diberikan sudah sesuai dengan aturan yang ada tentunya pihak terkait juga bisa memberikan hak kami sebagai karyawan berupa pembayaran pesangon sesuai dengan Undang – Undang nomor 13 tahun 2013 tentang ketenaga kerjaan,tutupnya .

Keempat Security yang diberhentikan masing-masing Abdul azis bekerja selama 7 tahun , Abdul Djalil 6 tahun ,Yusran Gani dan Alvian yang bekerja selama 3 tahun . (Ahmad)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.