LKKN Gandeng Aliansi Mahasiswa Sulsel Laporkan Empat Proyek Terindikasi Korupsi di Kejati

oleh -579 views

MAKASSAR– Lembaga Kontrol Keuangan Negara (LKKN), melaporkan empat temuan indikasi korupsi di Kejati Sulselbar, Senin (7/5/18).

“Terkait adanya sejumlah proyek bermasalah di sulsel, sebab tidak menutup kemungkinan dengan sejumlah proyek yang bermasalah ini didalamnya telah terjadi korupsi oleh oknum pengelolah kegiatan bahkan pihak pihak tertentu sebagai pengambil kebijakan atau yang berwenang, yang juga diduga turut terlibat melakukan permufakatan jahat dan memperkaya diri,” ucap Baharuddin SH, Ketua DPP Lembaga Kontrol Keuangan Negara ( LKKN).

Sejumlah proyek bermasalah ini dilaporkan langsung oleh LKKN bersama Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan ,  dengan melakukan aksi damai dan penyampaian orasi di Kejati.

Dalam hal penyampaian dugaan kasus korupsi tersebut berdasarkan data yang diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sulsel adalah,  adalah Proyek dianataranya:

(1). Rekonstruksi Jalan Nasional Makale-Palopo dengan nilai anggaran Rp.141 miliar dibawah naungan Satker Wilayah II BPJN Makassar.

(2).Pembangunan Jembatan Wairing Tasi’ di Kabupaten Barru dengan nilai anggaran Rp.14,5 Miliar dimana pembangunan jembatan ini mandet/mangkrak tahun anggaran 2017 karena diduga telah terjadi pelanggaran fakta integritas serta disinyalir adanya pengaturan dan permufakatan khusus untuk memenangkan rekanan/ perusahaan yang tidak memiliki kompotensi sehingga tidak dapat merealisasikan pekerjaan jembatan tersebut.

(3).Proyek Pembangunan Jembatan Bialo di Kabupaten Bulukumba dengan nilai Anggaran Rp.10,5 miliar.

(4) . Pembangunan Rumah Jabatan Bupati Selayar, yang diduga sarat KKN dimana kegiatan pembangunan Rujab tersebut diduga dikerjakan oleh kerabat bupati Sselayar.

Empat item kegiatan ini menurut Andi Ismaila  sebagai koordinatior Aksi dari Aliansi Mahasiwa Sulawesi Selatan mengatakan, bahwa berdasarkan temuan LKKN diduga bermasalah dan terindikasi korupsi.

“Investigasi pada beberapa proyek tempat yang berbeda telah dilaksanakan oleh LKKN bersama Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan dan telah menemukan berbagai indikasi dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan kegiatan ini,” jelas Ismail.

Menurutnya, dari empat item kegiatan proyek yang dimaksud ini  telah dicatat oleh LKKN  terkait bukti bukti dugaan penyelewengan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Pada Intinya dari sejumlah item kegiatan ini menurut Baharuddin,SH, bahwa dominasi dugaan penyelewengan yang terjadi adalah terkait pencairan anggaran negera yang tidak sesuai prosedur, dengan melihat kinerja atau realisasi kegiatan lapangan tidak sesuai bestek, disinyalir telah menyalahi aturan prosedur pencairan anggaran negara.

Merekapun mendesak pihak Kejati Sulsel dan Polda Sulsel untuk segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan yang terjadi berdasarkan laporan yang telah disampaikan, agar kasus ini menemukan titik terang dan diharapkan bila menemukan oknum okum tersengka agar seepatnya dilimpahkan untuk diadili sesuai hukum yang berlaku.(*)

loading...
loading...