LMRRI: Benarkah yang Menyerang Mahasiswa dan Kampus adalah Warga?

oleh -309 views

IMG_20141119_173151-1-1-1Makassar– Aksi unjuk rasa menentang kenaikan BBM disejumlah kampus berujung ricuh. Para mahasiswa yang melakukan demonstrasi itu, tiba-tiba diserang sekelompok orang yang bersenjata tajam, seperti busur, parang dan lainnya.

Seperti halnya yang terjadi di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Senin 17 November 2014, disaat mahasiswa melakukan unjukrasa penolakan BBM, tiba-tiba berbenturan dengan sekelompok pemuda yang tak jelas asalnya.

Demikian halnya di Kampus merah, Universitas Hasanuddin (UNHAS), Selasa malam 18 November 2014, kensentrasi massa mahasiswa diserang pula sekelompok pemuda dengan menggunakan senjata tajam, termasuk busur.

Menurut Ketua Komisariat Daerah Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia, Komda LMRRI Makassar, H. Irhamsyah, akibat benturan tersebut muncullah kepermukaan, jika pelaku penyerangan adalah warga yang merasa dirugikan dengan aksi unjukrasa mahasiswa penutpan jalan.

“Jika benar yang melakukan penyerangan ke pada pengunjuk rasa adalah warga, maka banyak yang meragukan hal tersebut,” papar Irham, Rabu (19/11/2014).

Ketua Komda LMRRI Makassar menilai, sangat tidak masuk akal jika yang melakukan penyerangan adalah warga. Ia menduga hal itu merupakan ulah kelompok yang sengaja hendak membubarkan aksi.

“Kalau warga yang melakukan penyerangan, warga dari mana? Masyarakat tidak bodoh. Apa yang dilakukan mahasiswa merupakan perjuangan yang mewakili rakyat yang merasa dikebiri oleh kebijakan pemerintah,” ucap Irhamsya.

Insiden di pintu 1 Kampus UNHAS, Ketua Komda LMRRI Makassar ini mengaku sepakat dengan pernyataan Rektor UNHAS, Prof.
Dwia Aries Tina MA, bahwa pelaku penyerangan kampus yang merusak fasilitas negara itu perlu diusut tuntas.

“Saya yakin itu bukan warga biasa. Maksudnya, masyarakat punya otak yang tak mungkin menyerang membabi buta dengan menggunakan berbagai jenis senjata tajam, termasuk busur,” cetus Irhamsyah.

Pihak aparat keamanan harus mengusut semua bentuk penyerangan ala premanisme bayaran yang melukai banyak mahasiswa dan merudak fasilitas kampus. (Zulkifli)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.