LMRRI Makassar: Gratifikasi Pejabat Kejati Sulsel, Cambuk Buat Kejagung

oleh -366 views

IMG_20141007_175023-1-1Makassar– Menanggapi gratifikasi Wakil Ketua Kejaksaan Tinggi (Wakajati), Kadarsyah dan Asisten Pidana Umum (Aspidum), Fri Hartono, yang kini jadi cemoohan, Ketua Komisariat Daerah Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (Komda LMRRI) Kota Makassar, H. Irhamsyah menganggap, kasuis ini merupakan cambuk buat Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Hal ini membuktikan masih banyak oknum pejabat di kejaksaan, khususnya Kejati Sulsel, yang mau berupaya menjadikan permasalahan hukum
itu sebagai permainan yang jelas mencoreng institusi penegakan hukum dengan menerima mobil mewah Velifire dan Honda Freed,” ucap Irhamsyah, Selasa (7/10/2010).

Nah, pengakuan Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) Basrief yang menganggap institusi yang dipimpinnya kecolongan, dianggap oleh Komda LMRRI Makassar, merupakan ucapan kekecewaan, yang tak lagi bisa ditampik.

“Saya rasa masih banyak oknum jaksa di negeri ini, yang bermental seperi Wakajati dan Aspidum Kejati Sulsel. Kajagung harus proaktif melakukan evaluasi aparat, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” tambah Ketua Komda LMRRI Makassar.

Iapun mendukung, keputusan Kajagung yang akan memberi tindakan tegas pada anggotanya yang telah menodai penegakan hukum. Namun, LMRRI meminta jika terbukti Wakajati dan Aspidum itu, ditindaki pula secara hukum yang menyeret mereka pada kasus gratifikasi.

Yang terpenting, secepatnya Kajagung mencekal langkah pengusaha penyuap mobil mewah ini Jen Tang, Big Bos PT. Bumi Anugrah Sakti yang juga dikenal di Sulsel pengusaha penjualan mobil baru. Jika perlu, pengusaha ini diberi hukuman berat.

Sekedar mengingatkan saja, kasus yang ditangani oleh tim penyidik Kejagung ini menuding Wakajati menerima hadiah berupa 1 unit mobil mewah seharga Rp.1,8 Miliar. Sedang Asidum Kejati Sulsel, menerima imbalan 1 unit mobil senilai Rp.269 juta dari Jen Tang. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.