LMRRI: Penyidik Harus Gunakan UU No.40 1999, Bukan Pasal Penganiayaan Ringan

oleh -266 views

IMG_20141117_113533-1Makassar– Buntut pemukulan empat wartawan, saat melakukan tugas jurnalistik unjuk rasa di Universitas Negeri Makassar (UNM), berujung pada penyidikan di Mapolrestabes Makassar.

Sayangnya menurut Komisari at Daerah Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (Komda LMRRI ) Makassar, pihak kepolisian tidak adil dalam penerapan hukum.

“Seharusnya pihak penyidik tidak menggunakan Padal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan pada wartawan yang dilakukan puluhan aparat dalam penanganan unjukrada di UNM, beberapa waktu lalu,” jelas Ketua Komda LMRRi Makassar, H.Irhamsyah, Senin (17/11/2014).

Dikatakan, penyidik harus cerdas dalam penanganan kasus ini dengan menggunakan UU Pokok Pers No.40 Tahun 1999.

“Polisi ketika itu, melakukan penghalang halangan tugas jurnalistik dengan melakukan penganiayaan tethadap juru warta yang tengah bertugas,” tambah Ketua Komda LMRRI Makassar.

“Jika hanya menggunakan pasal penganiayaan ringan, enak dong aparat yang tak mau diliput aksi bringas yang dilakukan,” ucap Irhamsyah.

Ia berharap pula, pihak aparat harus lebih cerdas lagi menggunakan UU No. 40 Tahun 1999 terkait penganiayaan yang dilakukan aparat saat para pewarta ini menjalankan tugas. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.