LMRRI Tolak Eksekusi Tanah di Parang Loe Karena Ulah Mafia Hukum

oleh -179 views

IMG_20141212_181457-1-1Makassar– Sekitar 50 aktivis Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (LMRRI) Sulsel, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pengadilan Agaman Kelas 1A, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 13, Senin (22/12/2014).

Aksi yang dipimpin Wakil Ketua LMRRI Sulsel, Iqbal,S.Pd, menolak eksekusi tanah yang akan dilaksanakan hari ini, Selasa (23/12/2014) di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea.

Pengunjuk rasa membentangkan spanduk yang bertuliskan “Mafia hukum.
Mafiah tanah, Mafia migas, Pelanggar HAM. angkap, adili dan penjarakan demi penegakan supermasi hukum untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, NKRI harga mati”,

Adapun tuntutan pengunjuk rasa, tegakkan supermasi hukum di Negeri ini khususnya di Sulsel.

“Tangkap, adili dan penjarakan para mafia Hakim dan mafia Hukum yg bermain-main dgn hukum di Negeri kita,” ucap Iqbal.

Ia juga mendesak kepada pengadilan Agama Makassar untuk membatalkan eksekusi tanah tersebut, agar para penegak hukum tak semena-mena terhadap rakyat kecil dan tdk tebang pilih.

Beberapa saat kemudian, 5 orang perwakilan dari pengunjuk rasa diterima ruang Pansek, Drs.Moch.Yasya,SH.MH, Ketua Pengadilan Agama Klas 1.A Makassar.

Adapun tanggapan Yasya, dengan tanggapan yg intinya bahwa bukan Pengadilan Agama yg memutuskan perkara

“Pengadilan Agama hanya melaksanakan putusan Mahkama Agung. Apapun putusan tersebut, Pengadilan Agama akan melaksanakan eksekusi , yakni eksekusi pemuliahan.

(Syam)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.