Lomba busana baju bodo yang diperagakan “Waria” di Bantaeng jadi cemoohan KIBA, kegiatan tak mendidik?

oleh -384 views

Indotimnews– Lomba baju adat khusus waria (wanita pria) dalam rangka Hari jadi Bantaeng ke-762 menuai kontroversi.

Sebelumnya, lomba ini  di laksanakan oleh kerukunan Waria Bantaeng yang dise

tujui oleh Ketua PKK Kupaten Bantaeng, Liestiaty Nurdin, dan  di laksanakan di rumah jabatan (rujab) Bupati Bantaeng Sabtu malam lalu.

Koordinator Komunitas Intelektual Butta Toa (KIBA), Yudha jaya menganggap baju bodo adalah pakaian sakral kebangsawanan seorang perempuan.  Namunia  sangat menyayangkan jika baju bodo yang sakral itu terkesan legal di pakai oleh kaum laki-laki yang menyerupai perempuan (waria).

“Ini salah satu bentuk pelecehan budaya yang seharusnya dijaga kesakralannya apalgi jika itu di pakai dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bantaeng ke-762 Yang di juluki Butta toa (tanah tua),” ucap Yudha dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Selasa (12/12).

Belum lagi ketika dikaji dari segi agama, lanjut Yudha, terkait kaum Nabi Luth. Alaihi Salam,  sangat melarang adanya kaum sodom sesuai yang terkandung dalam Al-quran dan hadist.

“Lomba baju adat khusus waria sangat tidak mencerminkan moral yang mendidik bagi psokologi generasi muda di Bantaeng karena terkesan melegalkan kaum Waria.angan  sampai ini seperti di negara belanda, prancis dan beberapa negara lain,” tegasnya.

Dikatakan, warga di Bantaeng ini penganut paham timur yang menjunjung tinggi budaya Bugis Makassar. jika tujuannya adalah pelestarian budaya tidak mestilah para waria itu yang menjadi peserta, karena di Bantaeng banyak wanita-wanita cantik yang punya bakat (talenta) menjadi model.

“Pemda Bantaeng kedepan harus lebih selektif memberikan izin adanya event yang tidak membuat kontroversi di masyarakat seperti yang terjadi sekarang di media sosial (medsos) demi menjaga nama baik daerah,” pungkasnya.

Editor: Zoel

loading...
loading...