Home / EKOBIS / LPLHIPI Soroti, Tambang galian “C” di Sungai Bili- bili. Ini Paparannya!
Aktivitas tambang di Sungai Bili-bili

LPLHIPI Soroti, Tambang galian “C” di Sungai Bili- bili. Ini Paparannya!

GOWA– Aliran Sungai Besar Bili- bili, Kabupaten Gowa yang mengalir sampai kekota
Makassar, dinilai Lembaga Pengawasan Lingkungan Hidup (LPLHIPI) terancam karena aktivitas tambang galian C yang ada di area sungai.

“Kondisi Bendungan Bili-bili di Gowa yang memiliki luas waduk sekitar 40.428 hektare sebagai penampung air baku hingga ribuan
liter perdetik dan bendungan itu pula berfungsi sebagai pengendali banjir, kondisi volume sedimentasi tersebut kian kritis,” ucap Jefryadi, Ketua umum LPLHIPI, dalam siaran persnya, Kamis (17/5/18).

Memurutnya, jika dibiarkan terus terjadi tanpa ada solusi dari pemerintah dan elemen masyarakat maka dapat
mengakibatkan pendangkalan di sepanjang daerah aliran sungai.

“Bahkan Bendungan Bili-bili bisa beralih fungsi menjadi “waduk” bebatuan dan pasir, sedimentasi akibat aktivitas tambang galian C, yang melakukan pengerukan
material dasar sungai, sehingga sedimentasi pasir, tanah dan bebatuan di bawa oleh arus air sungai, menumpuk di dasar bendungan sungai Bili- bili,
mengakibatkan pendangkalan bendungan Bili- bili,” tegasnya.

Lanjut Jefriyadi, pengendapan pada waduk sudah sangat tinggi sehingga kapasitas air yang
seharusnya bisa mencapai 340 juta meter kubik, kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 300-an meter kubik saja, akan tetapi masih ada aktivitas tambang di
ekitar sungai Bili- bili.

“Pemerintah pasti tahu bahwa adanya aktivitas tambang galian C, itu berpotensi menciptakan dampak kerusakan lingkungan
dan potensi terjadinya jebol bendungan sungai Bili- bili di kabupaten Gowa, akibat aktivitas
tambang galian C. Pengankutan bahan material tambang dengan mobil bak truk, juga potensi merusak jalan raya umum,” terang Ketua LPLHIPI.

Ia menjelaskan, analisa dampak jangka panjangnya mesti di perhitungkan ketika bendungan
Bili- bili jebol karena tidak mampu menampung volume air, sedimentasi akibat tambang galian C.

“Maka yang di rugikan yaitu Mayarakat gowa dan masyarakat Makassar. Dalam artian sebagian dua daerah ini bisa tenggelam,”tuturnya.

Iapun berharap kepada
Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Kepala Dinas Energi Sumber
Daya dan Mineral Provinsi Sulawesi Selatan agar segera melakukan Koordinasi dengan PEMDA Gowa “terkait”, agar segera melakukan tindakan penutupan tambang galian C di sungai Bili- bili, berdasarkan Undang- Undan Nomor 4, Tahun 2009 dan Undang- Undang Nomor 32 tahun 2009. (*)

loading...