LSM NTB WATCH; Jaga Semangat Nasionalisme di Pilkada Serentak

oleh -287 views

LOMBOK– Dalam sambutan ketua LSM NTB Watch yaitu aziz muslim mengatakan, bahwa  Tahun 2018 indonesia akan menggelar pilkada serentak tepatnya pada hari Rabu. (27/2)

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari media massa ada sekitar 171 daerah yang akan menggelar pilkada terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota. Jumlah paslon yang mendaftarkan diri sebanyak 580 paslon dengan status 569 pendaftaran diterima dan 11 pendaftaran ditolak, dari 569 pendaftaran yang diterima sebanyak 440 paslon mendaftar dari jalur partai politik dan 129 paslon mendaftar melalui jalur perseorangan atau independen.

Kegiatan seminar kebangsaan yang dilaksanakan pada hari selasa, 27 februari 2018 di aula kesbangpoldagri kabuptaten lombok tengah dengan tema “ merawat semangat nasionalisme dalam momentum pilkada serentak 2018 “ memberikan sebuah gambaran tentang pentingnya menjaga kerukukanan dan merawat sikap nasionalisme dalam menyongsong ajang pilkada serentak 2018.

Diskusi yang dihadiri sekitar 60 peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat serta para narasumber dari Diskusi yang dihadiri oleh kesbangpoldagri, panwaslu dan kapolres lombok tengah dijadikan sebagai momentum oleh LSM NTB untuk mempersatukan persepsi masyarakat untuk mengantisipasi dampak dari pilkada tersebut.

Aziz Muslim Menerangkan yang dirankum media, Sebagai sebuah kontestasi maka ajang pilkada akan dijadikan oleh para calon yang bertarung untuk berusaha memenangkannya dengan segala macam cara mulai dari kampanye melalui media sosial, kampanye scara langsung ataupun blusukan ke masyarakat.

“ Karena ini merupakan sebuah kontestasi maka tentu saja kita akan berlomba-lomba memenangkannya baik dengan cara yang halus maupun dengan cara yang kasar “.

Ditambah Aziz, ini merupakan efek dari pilkada dimana selain membawa banyak keberuntungan bagi masyarakat tetapi juga membawa banyak kerugian. Keuntungan yang diperoleh dari ajang pilkada adalah masyarakat dapat menyalurkan aspirasi politiknya untuk menentukan pemimpinnya dalam 5 tahun mendatang sedangkan kerugiannya adalah dapat menimbulkan keretakan persaudaraan yang berujung pada konflik horizontal di masyarakat. Lanjutnya .

memang patut untuk diantisipasi kerugian yang ditimbulkan oleh pilkada ini karena banyaknya pasangan calon yang menggunakan strategi kampanye hitam dalam memenangkan pilkada yang ditempuh dengan cara fitnah terhadap calon tertentu dengan berbagai macam isu yang bertujuan untuk menciptakan opini publik kepada masyarakat bahwa dia adalah calon yang tidak benar. Hal ini akan menyebabkan rusaknya persaudaraan dan kerukunan antar sesama masyarakat bahkan yang paling parah dapat menimbulkan terjadinya konflik antar pendukung calon. Jika hal ini terjadi maka akan rusaklah semangat nasionalisme yang telah lama terbangun.

Untuk menangkal itu semua maka kita perlu merawat semangat nasionalisme di tengah pelaksanaan pilkada dengan cara tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan serta selektif terhadap isu-isu yang beredar di masyarakat. dengan melakukan langkah-langkah antisipatif tersebut maka akan terciptan suasana yang penuh kekeluargaan di tengah masyarakat. tutupnya. (MI)

loading...
loading...