Mahasiswa Unismuh Makassar tak terima pemukulan aktivis saat unjukrasa 121 di DPRD Sulsel

oleh -211 views

Indotimnews– Aksi Bela Rakyat 121 yang dilakukan oleh puluhan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unismuh Makassar, kemarin Kamis 12 Januari 2016, di depan kantor DPRD Provinsi Sulsel, berujung ricuh.

Mahasiswa menduga kuat kericuhan ini berawal ada propokator yang dilakukan oleh salah satu staf DPRD Sulsel, sehingga berujung pada pemukulan terhadap salah satu Mahasiswa Unismuh Makassar yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian.

Adrian adiwinata selaku jenderal Lapangan (Jenlap) dan merupakan korban pemukulan polisi menerangkan bahwa, saat nyaris ricuh antara mahasiswa dan aparak kepolisian, hanya berusaha menenangkan dan melerai massa yang ingin dipukuli polis.

“Herannya,malah saya yang ditarik dan di hantam oleh polisi,” jelas Adrian, dalam eilisnya yang dikirim ke indotimnews.com, Sabtu (11/1/17).

Dikatakan, pihak kepolisian dan staf DPRD Sulsel menyeret salah satu demonstran kedalam ruangan dan memukulinya hingga luka luka.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar Iyang Ebi Nobita, dengan nada kecewa menjelaskan, Ia dan mahasiswa Unismuh Makassar, tidak terima tindakan represif pihak kepolisian.

“Perlakuan itu kami tidak terima, apalagi Wakil Presiden Pahasiswa Unismuh Makassar yang sempat dipukul belakangnya oleh aparat kepolisian yang notabenenya adalah seorang perempuan dan 4 orang lainnya luka luka membuat mahasiswa unismuh tidak akan tinggal diam,” katanya.

“Kami akan menindanjuti kasus ini agar pelaku yang melakukan pemukulan bisa dihukum seberat beratnya,” pinta Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar. (*)

loading...
loading...