Makassar Capai Produksi Padi Petani 8 Ton

oleh -301 views

IMG_20140822_142134-1Makassar– Dalam menerapkan program Nasional untuk menjadikan Indonesisa sebagai Negara Swasembada beras, Kota Makassar berupaya turut berkontribusi untuk mencapai target tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan, dimana Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar telah mengucurkan bantuan sosial (bansos) bersumber dari APBN 2014 baik program optimasi lahan pertanian maupun program System Rice Intensification (SRI). Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp 40 juta per satu kelompok tani yang ada di Makassar. Tujuan bantuan ini, tidak lain untuk meningkatkan produksi beras (padi) di Kota Makassar ini. Meskipun keterbatasan lahan pertanian produktif, Kota Makassar yang masih memiliki kurang lebih 2000 hektare lawan sawah telah membuktikan ikut memberi andil dalam target pencapaian produksi beras nasional. Salah satu kelompok tani penerima bantuan program SRI, yakni kelompok tani Romang Tangaya Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar telah membuktikan peningkatan produksi padi yang cukup signifikan. Bila capaian produski sebelumnya hanya rata-rata 5-6 ton/ha, maka melalui program SRI yang diberikan Pemerintah Kota Makassar, kelompok tani ini dapat mencapai hasil panen yang memuaskan hingga lebih 8 ton/ha. Ketua Kelompok tani Romang Tangaya Kelurahan Tamangapa Daeng Ngewa mengemukakan, panen musim tanam tahun ini dirasakan produksi sangat tinggi. Hal itu tidak terlepas dari keinginan anggota kelompok penerima bansos program SRI ini dengan penerapan teknologi baru dalam meningkatkan produksi, dan peran penyuluh pendamping/pembina kelompok masing-masing Abdul Gafar, A.Md, Hamka Imbha, SP dan Maliki, SP yang berperan aktif mengawal program tersebut. Penyuluh pendamping kelompok tani Romang Tangaya Kelurahan Tamangapa, Abdul Gafar, Kamis, (21/8) mengakui terjadi peningkatan produksi padi yang sangat memuaskan. “Boleh dikatakan, dengan produksi lebih 8 ton per hektare yang berhasil dicapai, ini merupakan produksi yang cukup tinggi di Makassar,” ujar Gafar. Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kota Makassar Ir. Agus Djaya Said, M.Si kemarin mengemukakan, pihaknya saat ini gencar melaksanakan sosialisasi pada kelompok-kelompok tani binaan dan kelompok usaha bidang pangan, agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan di Kota Makassar ini. Menurut Agus Djaya Said, program strategis pada KKP Kota Makassar dapat sampai hingga ke bawah. Sebab, petugas penyuluh pertanian menjadi ujung tombak di lapangan yang melakukan pendampingan dan pembinaan pada kelompok tani maupun kelompok usaha pangan produktif. Menurut ia, pencapaian hasil panen lebih 8 ton per hektare di kelompok tani binaan penyuluh pertanian yang bernaung pada Kantor Ketahanan Pangan Makassar membuktikan keberhasilan penyuluhnya dalam menyampaikan informasi-informasi pertanian modern yang diaplikasikan di lapangan. Untuk itu, dia berharap, agar penyuluh pertanian di lapangan dapat menjadi fasilitator dan mengkomunikasikan seluruh program pemerintah secara tepat. Termasuk menyampaikan inovasi-inovasi teknologi bidang pertanian pada umumnya, guna meningkatkan produksi pangan di daerah kita, termasuk padi (beras). “Koordinator Penyuluh Pertanian dan penyuluh pertanian di lapangan itu menjadi fasilitator antara Kantor Ketahanan Pangan dengan kelompok tani atau kelompok usaha pangan produktif yang menjadi binaan kami, sehingga semua program strategis dapat terimplementasi hingga ke petani atau kelompok tani, dengan adanya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak,” ujar Agus kemarin.(sak)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.