Masalah Hutan Adat, Masyarakat Dan Mahasiswa Demo

oleh -269 views

IMG_20141127_120855Gertak Tuntut Tersangka Penebangan Hutan Dibebaskan

Sinjai– Ratusan mahasiswa bersama masyarakat, serta Aliasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang tergabung dalam Gerakan Anti Perampasan Tanah Rakyat (GERTAK) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Sinjai, Rabu (26/11).

Ada beberapa tuntutan Gertak diantaranya dibebaskannya Bahtiar Bin Sabang warga Desa Turungan Baji. karena ditangkap dengan tuduhan menebang pohon di Kawasan hutan lindung setelah dilaporkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sinjai.

Selain tuntutan tersebut, Massa juga meminta agar Kriminalisasi terhadap masyarakat pesisir hutan agar dihentikan, mendesak pemerintah agar hak kelolah masyarakat atas tanah dari klaim kawasan hutan di kembalikan, mendesak agar pemerintah membuatkan perda tentang masyarakat adat serta meminta kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan diberhentikan dari jabatannya.

“Kami meminta bantuan kepada seluruh kawan-kawan di seluruh pelosok nusantara bahkan dunia untuk membantu kami mempertahankan hak-hak kami, adalah sebuah siri’ (malu) ketika tanah adat dan lahan warisan nenek moyang kami kalian ambil. Adalah sebuah kejahatan yang tak terampuni ketika kalian merampas akses kami untuk hidup dan kami akan melawan itu semua dengan segenap kekuatan hati,” Ujar Wahyu, Koordinator Aksi tersebut.

Terkait Penangkapan Bahtiar Bin Sabang oleh Polisi, Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Andi Rahmat yang dikonfirmasi mengungkapkan bahwa penangkapan dan penahanan terhadap Bahtiar Bin Sabang dilakukan atas laporan dinas perkebunan dan kehutanan kabupaten sinjai. “Pada tanggal 16 des 2013 dilaporkan oleh Dinas Kehutanan dan baru ditahan pada tanggal 14 oktober 2014,”Katanya

Lanjut Andi Rahmat menjelaskan Karena melakukan penebangan hutan di dalam kawasan hutan lindung. Maka yang bersangkutan dikenakan pasal berlapis. “Kami kenakan pasal 78 Ayat 5 junto pasal 50 ayat 3 huruf E UU No 41 Than 99 junto pasal 8 99 junto pasal 82 ayat 1 huruf B sub pasal 4 ayat 1 jo pasal 1 angka 3 UU no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan. Karena Pak Bahtiar telah menebang pohon didalam kawasan hutan lindung,” terangnya.

Aksi bermula dari Perempatan Persatuan Raya kemudian ke Perempatan Jendral Sudirman lalu menuju ke Kantor DPRD Sinjai. Kemudian ke kantor Sekertariat Daerah Sinjai. (Egy)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.