Home / Indotimnews / Menag apresiasi peran dan kontribusi Ummat Budha Indonesia mejaga kerukunan

Menag apresiasi peran dan kontribusi Ummat Budha Indonesia mejaga kerukunan

Indotimnews– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi peran dan kontribusi umat Buddha dalam ikut menjaga dan merawat kerukunan Indonesia. Apresiasi ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada perayaan ulang tahun Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) dan Wahana Negara Raharja (WNR).

“Saya sengaja hadir, untuk menyampaikan terimakasih, dan apresiasi kepada umat Buddha yang menjaga, sekaligus merawat ke Indonesiaan,” ujar Menag di Batam, Jumat (06/10).

Tampak hadir pada acara tersebut, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun,Walikota Batam Muhammad Rudi, Dirjen bimas Buddha Caliadi, Ketum Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) Aiko Seno Soenoto, dan Ketua LPTQ Arief Harsono dan 2.000 umat Buddha sebagai Indonesia dari berbagai provinsi.

Perayaan ulang tahun ini mengusung tema, “Aku adalah Tiang. Aku adalah Mata. Aku adalah Bahtera Bangsa. Tema ini merurut Menag sangat penting dan relevan dengan konteks masa kini.

Di hadapan umat Buddha, Menag mengingatkan kembali soal substansi agama. Menurutnya, esensi agama tidak semata pengabdian atau ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga tentang upaya untuk saling mengisi kehidupan menuju ke arah yang lebih baik.

“Esensi agama itu pada hakekatnya adalah menyatukan kita ditengah kemajemukan dan keragaman kita,” ujar Menag.

Menurut Menag, jika ada sesuatu yang membuat umat beragama saling menafikan, bahkan saling merendahkan, atau meniadakan, maka perlu evaluasi dan refleksi untuk melihat kembali substansi ajaran agama sesungguhnya. “Agama diturunkan sebagai panduan, sebagai acuan agar peradaban kita semakin baik,” tuturnya.

“Substansi setiap agama bertemu pada tujuan yang sama, yaitu agar nilai-nilai ajaran agama mampu memanusiakan sesama kita, mensejahterakan lingkungan kita,” lanjutnya. (*)

loading...