Menang Atau Kalahkah Budi Gunawan di Putusan Sidang Praperadilan Hari ini?

oleh -147 views

images(80)Indotimnews.com– Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan gugatan praperadilan calon tunggal Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkannya sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan suap saat menjabat kepala biro pembinaan karier SDM Polri dan jabatan lainnya periode 2004-2006, Senin (16/2). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan putusan yang dipimpin hakim tunggal Sarpin Rizaldi.

“Iya pembacaan putusan jam 9,” kata kuasa hukum Komjen Budi Gunawan Frederich.

Frederich mengatakan, tak ada persiapan khusus menghadapi putusan tersebut. Hanya aja sama seperti sejak awal persidangan berlangsung, pihaknya meyakini akan memenangkan perkara tersebut.

“Harapan kita pasti dikabulkan,” ujar dia.

Menurutnya, salah satu keyakinan itu didasari keterangan saksi ahli pihak KPK. Ketika hakim mencecar dua alat bukti proses penetapan kliennya, saksi tersebut menurutnya tak bisa memberikan keterangan yang relevan.

“Saksi ditanya hakim mengenai dua alat bukti tidak ada. Hanya berita- berita dari media massa terus buku-buku. Ini mana bisa?” tukasnya.

Kendati begitu, pihaknya telah menyiapkan langkah hukum berikutnya sebagai antisipasi ditolaknya perkara praperadilan. Dia mengatakan, pihaknya sudah merancang langkah hukum kedua yakni mengajukan gugatan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kita sudah siapkan ke PTUN dan langsung hari itu juga,” katanya.

Frederich mengungkapkan ada 20 orang termasuk pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis yang masuk ke dalam tim kuasa hukum Budi Gunawan untuk mengurus gugatan ke PTUN tersebut.

Dia berharap lewat PTUN itu dapat menjadi jurus jitu membuktikan bahwasanya penetapan tersangka yang dilakukan KPK kepada kliennya menyalahi administrasi yang juga tercantum dalam Undang-undang KPK Nomor 30 tahun 2013.

“Kita akan membuktikan kalau dikabulkan bahwa lembaga KPK telah menyalahgunakan wewenang ataupun melampaui wewenang,” pungkasnya.

(merdeka.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.