Menguak bisnis kuota bangku mahasiswa kedoteran UNHAS berujung di Kantor Polisi

oleh -201 views

Indotimnews– Dibalik salahsatu Fakultas yang digandrungi para calon mahasiswa baru Univesrsitas Hasanuddi (Maba Unhas), adalah Fakultas kedokteran, kini terkuak bisnis kuota maba di fakultas tersebut, Selasa (6/12).

Kasus perdagangan kursi maba kedokteran yang tentunya merusak citra dunia pendidikan di Unhas ini, akibat ulah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dra. Nurjannah Jalil (53), yang berupaya memasukkan anaknya di Fakultas Kedokteran universitas negeri ini.

Untuk memuluskan perjalanan anaknya menuju mahasiswa kedokteran, Nurjannapun menghubungi pengurusnya, Dr. Herman. Selanjutnya, pengurus ini mengarahkannya ke salahseorang panitia penerimaan maba Fakultas Kedokteran, bernama Rahmatiah yang juga berstatus PNS.

Rahmatiahpun kepada Nurjanna akan membantu anaknya dan iapun diarahkan untuk mencari satu calon lagi, agar tujuan anaknya masuk di fakultas yang selama ini banyak dikejar calon maba.

Tak ayal, Nurjannapun menghubungi salahsatu kenalannya, Aqila yang juga berniat memasukkan anaknya di Fakultas Kedokteran UNHAS. Merekapun sepakat dan Aqilah merogoh kocek Rp.325 juta.

Karena jenuh menunggu kepastian anaknya duduk id fakultas ini, Aqilapun berupaya keras meminta dana yang disetorkan ke Nurjannah dikembalikan.

Namun apa lacur, harapan pengembian dana tak kunjung datang, Aqila melaporkan Nurjannah dan Rahmatiah ke pihak Polsek Tamalanrea.

Beberapa waktu kemudian Aqila yang terus melakukan pencarian, sempat menahan kedua oknum PNS tersebut di Gedung Rektorat.

Mendapatkan informasi terkait hal itu, pihak Polsek Tamalanrea yang mendapatkan informasi jika kedua terlapor ada di Gedung Rektorat Unhas, langsung mengamankan dua oknum PNS itu.

Sayangnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol. Dicky Sondani, berupaya dimintai konfirmasi via telepon selularnya (Watshap) belum bisa memberi jawaban.

Namun kepada sejumlah media,Kabid Humas Polda Sulsel ini membenarkan prihal laporan Aqila ke Polsek Tamalanrea.

“Saat ini kedua oknum PNS tengah diperiksa secara insentif,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel.

Editorah Zoel

loading...
loading...