Menguak indikasi korupsi perumusan program dan kebijakan layanan publik TA.2011 di Bantaeng

oleh -291 views

IMG_20160414_231917Makassar– Dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah oknum di Bappeda Kabupaten Bantaeng Tahun 2011 lalu, kini terus menguak kepermukaan, pasca penanganan pihak kepolisian, Polres Bantaeng.

Irwan Sangkala, salahsatu yang dianggap ikut menikmati dana pengembangan partisipasi masyarakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik, mendatangi Polres untuk melakukan pelaporan terkait pemalsuan yang di lakukan oleh mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Idrus beserta rekannya. dengan bukti  bukti laporan No: TBL/116/IV/2016/SPK tertanggal 13 April 2016 di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian  (SPKP Polres Bantaeng.

Tentunya, laporan Irwan ini tidak lepas dari indikas korupsi di Kantor Bappeda Bantaeng pada Tahun Anggaran 2011 yang diduga kuat dilakukan oleh  mantan PPK proyek tersebut. Mereka dituding melakukan pemalsuan SK.PPTK atasnama Irwan dan menjadikan pelapor ini tumbal dalam kasus ini.

Menurut Irwan, pada tahun 2011 Pemda Bantaeng menganggarkan dana Rp.414.157.000 dari APBD  dan mengalokasikan anggaran pada kegiatan pengembangan partisipasi masyrakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik sebesar Rp. 250 juta.

Dikatakan, anggaran tersebut di cairkan oleh bendahara (Barmawansyah) dan di serahkan ke salah satu Anggota DPRD Bantaeng, Alim bahri L.tana sebesar Rp.249 juta yang dibawah oleh Kasubag.program, Junaedi. Dana ersebut diindikasikan digunakan untuk kepentingan pribadi sebesar Rp.129.200.000.

Kasus ini di tangani oleh pihak Polres Bantaeng namun sampai saat ini belum juga tuntas. Atas dasar tersebut irwan sangkal melakukan pelaporan pemalsuan SK. di kepolisian setempat.

Kiriman: Yudha Jaya

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.