Menhub Sindir Buruknya Runway Bandara Haluoleo Gubernur Sultra Lempar Tanggung Jawab ke Pemerintah Pusat

oleh -146 views

images(3)Indotimnews.com– Sentilan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan tentang buruknya runway Bandara Haluoleo membuat Gubernur Sultra, Nur Alam bergeming. Malah gubernur menganggap jika bandara tersebut merupakan tanggung jawab Kemenhub RI. Ia malah mengumbar atensi Menhub yang mengalokasikan anggaran Rp 48 miliar untuk perbaikan Bandara Haluoleo.
Image
Foto: DOK/KP__Menhub, Ignasius Jonan saat berada di Bandara Haluoleo mendapat penjelasan dari Gubernur Sultra, Nur Alam. Jonan menilai runway Bandara Haluoleo cukup buruk. Jika ada penumpang yang sedang hamil, bisa melahirkan saat pendaratan.

“Mentri Perhubungan sudah merasakan sendiri bagaimana berbahayanya kondisi pesawat pada saat landing. Selain mengalami benturan keras ditambah goncangan, karena tidak rata permukaan landasan. Pasalnya, tiap kali rapat koordinasi sudah berapa kali saya kemukakan, termasuk kepada presiden,” ungkap Nur Alam, kemarin.

Ia menilai, Menhub sebenarnya memberikan atensi yang tinggi, terhadap kondisi runway Bandara Haluoleo. Runway Bandara Haluoleo masih menggunakan konsep lama sehingga tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Dengan kondisi, tahun ini Pemprov Sultra mendapatkan bantuan senilai Rp 48 miliar untuk memperbaiki runway. Pasalnya, kata dia, bandara adalah fasilitas yang menghubungkan antar daerah sehingga menjadi domain pemerintah pusat.

“Saya akan serahkan asetnya kepada pemerintah pusat supaya lebih banyak anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan bandara. Kita juga berencana untuk membangun terminal yang lebih luas dan lebih lengkap sarananya. Saya akan minta dibuatkan double track,” jelasnya.

Gubernur menambahkan, bantuan Kemenhub sudah ada dan perbaikan bandara akan segera direalisasikan. Bahkan proses tender akan diawasi dengan baik supaya tidak jatuh pada perusahaan “abal-abal”. “Maksudnya, lelang kita laksanakan secara terbuka dan akuntabel, tapi saya minta agar seleksi rekanan yang ikut tender dicermati dengan benar. Sehinngga kita pasti semua perusahaan yang ikut tender itu adalah perusahaan yang kapabel,” tandasnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan transportasi, Umar Arsal mendorong percepatan penyerahan aset Bandar Udara Haluoleo Kendari kepada Kementerian Perhubungan. Menurut politikus Partai Demokrat itu, pemerintah pusat semestinya serius memperhatikan Bandara Haluoleo yang tak ditangani secara maksimal selama dalam pengelolaan Pemerintah Provinsi Sultra.

Umar mengatakan, Pemprov Sultra punya keterbatasan dana dalam mengembangkan Bandara Haluoleo. “Kita ketahui yang memiliki dana yang banyak kan hanya pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah sangat sedikit,” kata Umar Arsal.

Umar bahkan menjanjikan untuk memperjuangkan tambahan anggaran bagi pengembangan Bandara Haluoleo. “Bandara itu harus ditingkatkan kapasitasnya dari bandara biasa menjadi bandara yang digunakan menjadi bandara transit dari kawasan Indonesia Timur selain Bandara Hasanuddin Makasar,” tekad Umar.

(kendaripost)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.