Opini: Menimbang Eksistensi KNPI

oleh -513 views

IMG_20150107_154409(Catatan kecil untuk pengurus terpilih DPD KNPI SINJAI)

Manakala suatu organisasi pembaharuan relative sudah berhenti mencari dan bertanya, sudah puas dengan ide-ide yang ada, tidak mengadakan kritik terhadap ide-ide yang hidup didalamnya, sudah berhenti gelisah dan gundah, sudah tidak ada lagi gejolak dan pergolakan ide didalamnya, tak ada benturan-benturan ide yang intensif ditubuhnya.

Pada saat itulah organisasi pembaharu itu bisa dikatakan berhenti menjadi organisasi pembaharu (Ahmad Wahib)
Serangkaian kalimat yang diajukan Ahmad Wahib (salah satu aktivis HMI Era 70 an) di atas, sengaja dijadikan catatan pembuka untuk menggugah para aktifis organisasi kemasyarakan pemuda (OKP) Kabupaten Sinjai, khususnya yang tergabung dalam wadah keberhimpunan KNPI yang telah melaksanakan Musyawarah Pemuda, pada bulan Desember 2014 lalu.

Sebagaimana dalam setiap pelaksanaan pergantian nahkoda, baik itu ditingkat nasional, propinsi maupun kabupaten, senantiasa menjadi momen strategis untuk merefleksikan ke-eksistensi-an diri untuk menjalani masa depan yang lebih baik, maka pasca Musda kali ini, kembali menjadi saat yang tepat untuk melakukan upaya kaji ulang terhadap eksistensi KNPI di tengah dinamika kepemudaan dan kebangsaan.

Rejuvenasi dan Paradigma Baru KNPI 2020; Sebuah harapan baru. Rejuvenasi yang diwacanakan oleh Idrus Marham,ketua KNPI pada`masa reformasi bukanlah wacana yang muncul tanpa sebab.Realitas yang muncul bahwa KNPI hanya menghimpun sekelompok elit pemuda saja, dan hanya menjadikan KNPI sebagai jembatan untuk mencapai ambisi kekuasaan, sehingga berbagai program kerjanya lebih bernuansa populis,sehingga KNPI tidak lebih dari perpanjangan tangan kekuasaan, sehingga cenderung mengabaikan kepentingan pemuda dan OKP yang justru menjadi pilarnya.

Kondisi ini memaksa KNPI untuk mengambil jarak dengan pemerintah. Konsep Rejuvenasi ini,semestinya tidak sebatas wacana saja,tapi harus dijadikan sebagai salah satu pijakan pengurus KNPI.

Jika tidak, tak menutup kemungkinan dimasa depan akan muncul kembali teriakan untuk membubarkan KNPI.

Begitupun halnya dengan Paradigma Baru KNPI 2020 yang telah menjadi platform organisasi ,yang justru diusung oleh DPD KNPI Sulawesi Selatan pada Kongres X tahun 2002.

Plat form ini memiliki arti penting untuk menetapkan berbagai kebijakan strategis organisasi kedepan. Setidaknya visi yang termaktub dalam Paradigma Baru KNPI, menjadi penuntun arah jalan yang ditujunya sampai tahun 2020, yakni: ”terwujudnya pemuda kualitas intelektual, moralitas dan keterampilan pemuda yang berwawasan kebangsaan dan memiliki daya saing untuk memberdayakan masyarakat dalam kompetisi global”.

Dalam paradigma baru KNPI 2020, digariskan secara jelas akan perlunya pergeseran hirarkis kekuasaan dan kepemimpinan, dari sentralisasi ke desentralisasi, Paradigma ini diharapkan mampu mengcounter paradigma sentralisitik organisatoris dibenak sejumlah komponen kepemudaan, bahwa desentralisasi tidak dimaknai dalam aspek struktural tetapi secara fungsional.

Demi untuk mengembalikan khittah keberhimpunan, maka harusnya mayoritas personalia pengurus adalah para wakil-wakil OKP secara eksponensial, dan tidak didasarkan pada pertimbangan like atau dislike, dan jga bukan karena
Pada akhirnya, semua tetap berpulang kepada OKP sebagai batang tubuh KNPI, dan KNPI itu sendiri sebagai wadah berhimpun OKP.

Akankah disparitas tersebut menjadi sesuatu hal yang dibiarkan begitu saja tanpa pembenahan, ataukah KNPI berani muncul sebagai organisasi pembaharu,yang senantiasa melakukan kritik terhadap hal-hal yang berkembang didalamnya, dan mau melakukan pembenahan terhadap hal hal yng memang sudah tidak ideal.Wallahu Alam bissawab.

BIODATA PENULIS
Nama                          : Jumain, SE
Alamat                        : Jl. Persatuan Raya Kampala Kab Sinjai Sulawesi Selatan
Tempat tanggal lahir  : Sinjai, 1 September 1983
Agama                        : Islam
Pendidikan Terakhir   : S1 Ekonomi Manajemen FE UNM
Nomor Rekening : 0258-01-024397-50-1
Pengalaman Organisasi :
1. Ketua Bidang Pengabdian pada Masyarakat HMJ Manajemen FEIS UNM  2004-2005
2. Ketua Bidang Pengembangan Potensi Mahasiswa BEM  FEIS UNM 2005-2006
3. Forum Mahasiswa Akar Rumput UNM
4. Sekretaris Umum MAPALA TRISULA FEIS UNM 2004-2005
5. Ketua Bidang Eksternal  DPC HIPPMAS Sinjai Timur 2006-2007
6. Sekretaris Komisi Ekonomi Politik MAPERWA UNM 2006-2007
7. Sekretaris Jenderal MAPERWA UNM 2006-2007
8. Anggota Pappasang Institute Makassar
9.Wakil Ketua DPK KNPI Kec.Sinjai Timur 2012-2015.
10.Sekrtetaris Umum Forum Petugas Penyuluh Koperasi Sulawesi Selatan
11.Sekretaris Umum Forum Komunikasi Fasilitator Wirausaha Kab.Sinjai.
Pekerjaan : Penyuluh Koperasi Kementrian Koperasi dan UKM RI
Anggota Badan Penyelesai Sengketa Konsumen Kab.Sinjai

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.