Home / Indotimnews / Menteri Gandeng Perguruan Tinggi dan Media lahirkan Mahasiswa Pengusaha, UMI Cetak SDM berkualitas dan siap Berkompetisi di Era Distrupti

Menteri Gandeng Perguruan Tinggi dan Media lahirkan Mahasiswa Pengusaha, UMI Cetak SDM berkualitas dan siap Berkompetisi di Era Distrupti

MAKASSAR– Dalam upaya menumbuhkan dan mengembangkan kewirausahaan khususnya dikalangan mahasiswa, pemerintah melaksanakan program pemasyarakatan Kewirausahaan Nasional dengan tema “Gerakan Mahasiswa Pengusaha” yang ditandai dengan penandatanganan MoU bersama antara Menteri Koperasi dan UKM RI dengan 59 Perguruan Tinggi di 9 Provinsi dan Kelompok Media Bali Post (6/3) yang berpusat di Wantilan Gedung Pers Bali K.Nadha.

Kepala Humas UMI Nurjannah Abna yang juga Dosen Fakultas Sastra ini menambahkan, launcing pemasyarakatan Kewirausahaan yang dilaksanakan di Bali juga secara serentak dilaksanakan seleksi peserta gerakan mahasiswa pengusaha di 9 provinsi .

“Setiap perguruan tinggi yang ditunjuk mengutus 150 orang peserta untuk selanjutnya diseleksi menjadi 80 orang untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan tanggal 8 hingga 10 Maret 2018 di Dinas Koperasi UKM Propinsi dan output pelatihan terseleksi untuk mendapatkan Bantuan Modal Wirausaha,” jelas Nurjannah Abna.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, sebelum melaunching Gerakan Mahasiswa Pengusaha didepan Pimpinan PTN/PTS dari 9 Provinsi mengatakan, pada tanggal 27 oktober 2014, tepatnya ia dilantik menjadi Menteri Koperasi dan UKM RI.

Ada dua hal yang harus menjadi penekanan program oleh Bapak Presiden RI untuk dikerjakan secara serius adalah urusan koperasi dan kewirausahaan, karena kedua hal tersebut baik koperasi dan kewirausahaan sejak dahulu sampai hari ini ( baca 27 Oktober 2014 )tidak ada peningkatan,” terang menteri.

Dikatakan, posisi satu koma persen demikian rasio kewirausahaan juga tidak ada pengembangan disesuaikan dengan jumlah penduduk Indonesia.

“Karena itu, harapan bapak Presiden saat agar Kementrian Koperasi dan UKM yang Saya pimpin mengawali dengan reoreintasi program di lingkup Menteri Koperasi hingga jajaran ke bawah, Saya berharap Pak Puspo dapat meningkatkan minimal 5 persen jangan hanya berada pada posisi 1 koma persen, ujarnya mengutip harapan Presiden RI Jokowi,” harspnya.

Di depan undangan, Menteri Koperasi juga menjelaskan perbedaan usaha yang dikelola dengan pribadi dengan usaha dengan koperasi yang menganut prinsip kebersamaan.

Di akhir sambutannnya, Puspayoga mengatakan keberhasilan program dengan sinergitas media dan kampus pada tahun 2019 akan mencapai minimal 5 persen menyamai Malaysia.

“Program ini bertujuan merubah mainseat mahasiswa dan tentu dengan sinergitas kerjasama yang baik, pemerintah dengan kampus dan media maka gerakan mahasiswa pengusaha lebih cepat meningkatkan rasio kewirausahaan,” tutur Puspayoga.

Sementara itu, Rektor UMI, Prof.Dr. Hj Masrurah Mokhtar, MA mengatakan, program pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa ini sangat strategis dengan melibatkan mahasiswa sebagai generasi milineal untuk menjadi pengusaha.

“Hal ini merespon masih adanya sebagian mahasiswa setelah selesai menjadi sarjana,hanya menggantungkan harapan sebagai pegawai negeri, padahal kewirausahaan juga memiliki prospek yang besar dan potensial digeluti, dengan ide kecil yang kreatif bisa menjadi usaha besar dan ikut membantu pemerintah dalam mengatasi layanan kerja,” ucap Rektor UMI.

Ketua Umum BKS PTIS se Indonesia ini menambahkan, pada diri mahasiswa ada kekuatan positif untuk berhasil di dunia usaha, selain semangat yang besar, kreativitas dan inovatif yang tinggi. Selain itu, era disruption saat ini banyak peluang usaha yang dapat digali oleh mahasiswa, baik di kampus maupun di komunitasnya.

“Dengan hadirnya program ini akan memacu kreatifitas dan inovatif mahasiswa dalam pengembangan ide cerdasnya untuk pengembangan karirnya, terlebih mahasiswa yang sudah mempersiapkan diri setelah meraih gelar sarjana menjadi enterpreneur sukses
Terlebih di era digital ini, kreativitas mahasiswa untuk memanfaatkan IT untuk pengembangan usaha,” terang Masrurah.

Demikian, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Abd Malik mengatakan, tujuan sinergitas pemerintah, media dan kampus bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan semangat dan jiwa kewirausahaan dari kalangan mahasiswa dan sarjana di lingkungan Perguruan Tinggi sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, masyarakat dan lingkungannya.

“Pimpinan Perguruan Tinggi melakukan pendampingan dalam rangka pengembangan usaha mahasiswa serta kemampuan SDM melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan memberikan motivasi dalam penumbuhan wirausaha,” ucap Abdul Malik.

Program ini kata Malik, mencakup mengembangkan model kewirausahaan untuk menjadi wirausaha mandiri, merancang sistem pelatihan dan pendampingan kewirausahaan, memberikan layanan konsultasi bagi mahaisiswa dan sarjana yang akan berwirausaha, fasilitas pelatihan dan pendampingan usaha bagi calon wirausaha sarjana dan program sosialisasi semangat berwirausaha melalui media massa khususnya elektronik.

Untuk di Sulawesi Selatan ada 4 Perguruan Tinggi yang ditunjuk yaitu Universitas Muslim Indonesia, Universitas Muhammadiyah Makassar, STIE Nobel Makassar dan STIE Amkop. (*)

loading...