Menteri Sosial; Baru Empat Bulan Bertugas Danny Sudah Punya Gebrakan Untuk Makassar

oleh -520 views

images(119)-1-1Makassar– Menteri sosial, Salim Segaf Al Jufri melayangkan pujian kepada wali kota Makassar, Moh. Ramdhan (Danny) Pomanto dengan menyampaikan Danny adalah wali kota luar biasa yang memiliki gebrakan memperbaki nasib rakyat di lorong-lorong.

“Wali kota Makassar luar biasa baru empat bulan gebrakannya sudah luar biasa. Apalagi kalau sudah lima tahun”, ucapnya saat sambutan di acara peletakan batu pertama pembangunan Kampung Pisang, Kelurahan Maccini Sombala, Kec. Tamalate, (7/10/2014).

Sebagai aparat pemerintah kata Salim, berkewajiban melayani dan haruslah lebih sering mengunjungi rakyatnya, terutama rakyat miskin.

Iapun sangat kagum dengan Danny yang baru beberapa bulan memimpin Makassar akan tetapi sudah banyak upaya nyata yang dilakukan yang bisa dirasakan manfaatnya bagi maasyarakat.
Mensos juka menjelaskan, apa yang dilakukan Danny ini sejalan dengan tugas pokok Kementrian Sosial RI yakni berbagi senyum untuk warga miskin dan kelas penerima manfaat program Kemensos.

“Saya bangga sekali, baru empat bulan tapi saudara wali kota sudah langsung ke lorong-lorong bekerja yang terbaik untuk warga”, puji Salim lagi.

Selain Mensos, dan segenap SKPD Pemkot Makassar, tanpak juga aktifis perjuangan kaum miskin kota, Warda Hafidz duduk di jejeran kursi terdepan.

Sementara itu, Danny dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh warga dan semua NGO yang terlibat sehingga warga setempat dalam waktu dekat telah memiliki tanah dan rumah tinggal yang layak.

“Saya bersyukur, bersama semua NGO dan masyarakat di sini mau bekerja sama dan ini juga merupakan semangat saya untuk merekonstruksi nasib rakyat berstandar dunia”, ucapnya.

Walikota berprinsip, bahwa tidak akan maju satu Kota jika lorong atau gang-gang kecilnya tidak diperhatikan dengan baik.

Dalam visi misi walikota, lorong menjadi prioritas utama yang diprogramkannya dalam pembangunan ke depan, yakni menata lorong menuju kota dunia dan merekontruksi nasib rakyat berstandar dunia.

Sementara itu, untuk Kampung Pisang dihuni sekitar 30-an Kepala keluarga. Sebelumnya, warga menempati lahan seluas 7000 m2. Warga yang telah menempati lokasi tersebut sempat digugat oleh ahli waris pemilik lahan.

Pemkot berhasil memfasilitasi warga dan ahli waris dengan model Land Sharing (berbagi lahan) sehingga mereka tidak digusur. Pemilik lahan bersedia memberikan sebagian tanahnya untuk ditempati warga dengan lokasi yang sudah ditentukan.

Sesuai kesepatan bersama, warga direlokasi pada lokasi berbentuk “L” dengan luas tanah yang lebih sempit yakni 3500 m2. Warga pun sudah sepakat dan bersedia mengurangi luas bangunan rumah mereka yang semula berukuran 8×10 m menjadi 6×10 meter saja.

Beberapa waktu lalu, Danny saat berkunjung ke tempat tersebut juga telah berhasil memfasilitasi warga dengan pihak PDAM dan PLN untuk pemenuhan air bersih dan listrik warga di wilayah yang dirancang meyerupai hurup “L” tersebut.

Konsep land sharing (berbagi lahan) dengan salah seorang pengusaha sekaligus pemilik lahan dengan warga merupakan inisiasi pemerintah kota Makassar dan sejumlah NGO pendamping, seperti Arkom (Arsitek Komunitas), KPRM (Komite Perjuangan Rakyat Miskin), UPC (Urban Poor Consortium) Makassaar, Jerami (Jejaring Rakyat Miskin) dan Rujak.(sak/rival)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.