Nah, Makassar Kini tak Aman, Geng Motor Mengintai Di Mana-Mana

oleh -137 views

IMG_20141213_113902Makassar– Deretan korban keberingasan geng motor di kota ini, kian bertambah. Aksi geng motorpun sudah merenggut beberpa jiwa. Aparat kepolisian pun dituntut untuk tegas memberantas aksi kiriminal yang kini menjadi momok menakutkan.

Menjelang pergantian tahun 2014 ke Tahun 2015, ternyata aksi geng motor tak pernah redup. Malah saat ini terbilang kian beringas. Korbanpun berjatuhan.

Contoh, aksi geng motor yang melakukan penikaman dan penganiayaan di pertigaan Jalan Pengayoman-Toddopuli, Kamis malam Tanggal 11 Desember 2014.

Dua remaja kembali jadi korban, yakni Ardiansyah dan Saharuddin. Selain dianiaya dan ditikam, Geng motor yang jumlahnya puluhan itu merampok isi kantong korbannya. Ratusan ribu uang raib saat itu.

Hanya berselang beberapa malam kasus serupa kembali terjadi di Sabtu dini hari (13/12/2014), kasus pencurian dengan kekerasan serta penyerangan geng motor kembali terjadi, di Jalan Racing Center.

Hamdi Idris, mahasiswa Universitas Fajar (Unifa) Makassar harus menjadi korban. Ia mengalami luka cukup serius, akibat anak busur tetancap di punggung sebelah kiri. Iapun harus dirawat di Rumah Sakit.

Dua contoh kasus keberingasan geng motor ini tentunya kembali menjadi perbincangan warga yang sebenarnya diselimuti rasa ketakutan. Nah, sejumlah lembaga pemerhati hukum di kota inipun angkat bicara terkait dengan maraknya aksi geng motor akhir-akhir ini.

Ketua Komisariat Daerah Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (LMRRI) Kota Makassar, Irhamsyah menilai, aksi geng motor yang sulit dilibas aparat keamanan, menjadi bukti lemahnya pengawasan akan aksi kriminalitas di daerah ini.

“Geng motor hanyalah secuil pelaku kriminal yang tak sulit diberantas. Ingat, mereka bukan teroris yang sulit dilibas. Saya rasa pihak aparat harus lebih proaktif melihat kondisi yang membuat warga semakin takut,” jelas Irhamsyah.

Hal senada dipaparkan pula aktivis Komisi Nasional Pengawasan Aparatus Negara (Komnas Waspan). Nasution Jarre. Ia berharap agar pihak kepolisian jangan membiarkan begitu saja permasalahan kompleks ini.

“Kepolisian kan punya beberapa sektor hukum di Makassar. Kalau intelejen mereka jalan, saya yakin upaya geng motor yang meresahkan ini tak akan melebar,” cetus Nasution.

Sementarta itu, aktivis Aliansi Rakyat Miskin, Rahman menilai, seharusnya pihak kepolisian mengantingi kelompok-kelompok geng motor yang meresahkan.

“Jika kelompok geng motor itu sudah terdata secara intelejen, maka tak sulit pihak aparat melakukan penangkapan. Tapi realitanya, kelompol kelompok geng motor leluasa melakukan aksi mereka,” tutur Rahman.

Entah, kasus perampokan, penyerangan, penikaman dan pembusuran itu akan berhenti atau tidak. Yang jelas Warga Kota Makassar berharap banyak agar pihak kepolisian lebih tegas dan cerdas melakukan pemberantasan geng motor. (Tim)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.