Niat Berobat di Tepi Pantai, Eh si Kakek Malah Tewas Tercebur

oleh -193 views

imagesIndotimnews.com– Salah seorang kakek berusia 53 tahun ditemukan terapung dalam keadaan tewas di pinggir pantai kampung popsa, Jalan Ujung Pandang, sekitar pukul 06:55 Wita , Rabu (22/4).

Korban adalah Dg Hafid (53) seorang wiraswasta, warga Jalan Tinumbu Lorong 148 Nomor 61 Makassar. Korban ditemukan tewas berjarak sekitar 40 Meter dari pantai oleh salah seorang anggota polres pelabuhan yang melaporkan lansung penemuan tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Ujung Pandang, Kompol Nawu Toyyieb mengatakan, setelah keluarga korban memberikan keterangan saat diperiksa bahwa korban ke pantai berenang merupakan kegiatan rutinitas untuk pengobatan alternatip sakit stroke dan jantung yang dideritanya. “Kemungkinan korban tenggelam saat berenang, keterangan dari keluarngaya itu korban ke sana berobat dengan cara berenang dipantai karena mengalami penyakit strok,” ucapnya

Informasi yang dihimpun dari keterangan Saksi mata, Ramli (58) warga Jalan Samutu, di hadapan polisi menerangkan bahwa dirinya pertama kali melihat korban saat jalan turun ke laut untuk berenang. Serupa dengan Sutrisno (43) yang juga melihat korban, bahwa dirinya ketemu dengan korban dipinggir pantai lalu mengingatkan korban untuk tidak terlalu jauh dari pantai jika berenang.

Setelah 15 menit Sutrisno mengingatkan korban, ia kemudian melihat korban dari kejauhan sudah tidak bergerak. Saksi lalu mendekati korban dan mendapati korban dalam keadaan meninggal. Saksi kemudian lansung meminta bantuan kepada warga sekitar untuk menarik korban ke dermaga dan menghubungi anggota polres pelabuhan yang kebetulan berada di lokasi kejadian.

Atas koordinasi Polres Pelabuhan dengan Anggota Samapta polsek ujung pandang, Kepala penjagaan, Aiptu Frans XN bersama piket pungsi lansung ke lokasi dan tiba satu jam sesaat ditemukan korban, disusul anggota piket Regiden polrestabes langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sementara korban usai olah TKP lansung di bawa ke rumah sakit Bayangkara makassar untuk di otopsi. Dokter Forenshik Rumah Sakit Bayangkara, Dokpol Mauluddin mengatakan, korban meninggal akibat saluran pernafasan tersumbat air laut saat korban berenang di pantai. “Korban murni tenggelam, setelah kami periksa korban mengalami sesak disaluran pernafasan karna banyak sekali air masuk di tenggorokannya,” ucap Mauluddin.

Lanjut Mauluddin, mengatakan terkait penyakit korban yang dideritanya yakni strok kemudian melakukan terapi di pantai belum diketahui secara pasti, “Saya tidak tahu kalau itu, kami cuma melakukan pemeriksaan otopsi atas meninggalnya korban,” tuturnya . (Boer)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.