Home / DAERAH / Operasi Penertiban Tambang Liar Di Gowa Diduga Bocor

Operasi Penertiban Tambang Liar Di Gowa Diduga Bocor

Gowa – Aparat gabungan Tim Terpadu yang dipimpin Kasatpol PP penambangan tanpa izin (Peti) yang berada di Kecamatan Parangloe Di duga Bocor, penertiban tambang liar ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan meluasnya area penambangan liar yang berada di Kabupaten Gowa yang belum mempunyai izin Selasa (27/11/2018).

Aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP Polri TNI dan Dishub, langsung menyambangi lokasi tambang liar tersebut. Di lokasi ini tim tidak menemukan aktivitas penambang liar. Diduga kedatangan tim telah diketahui para pelaku.

sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Alimuddin Tiro yang memimpin operasi ini mengatakan, penertiban ini dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada para pelaku penambangan yang ada di Kabupaten Gowa.

“hari ini kita lakukan penertiban atau penindakan, Jika kita menemukan adanya aktivitas penambangan liar pasti kita poroses dan tidak ada toleransi. Namun dari dua lokasi yang kita kunjungi kita tidak menemukan ada aktivitas tambang liar, dan ada yang memang memiliki izin oprasi, itu atas nama Janonh Dg Bella,”ucap Alimuddin Tiro, di sela-sela Penertiban.

lanjut, Alimuddin juga menjelaskan kalau di Kecamatan Parangloe ada 20 titik lokasi penambangan yang terindikasi tidak mengantongi izin operasi, olehnya itu pihaknya bersama dengan tim terpadu terus melakukan penertiban.

“Sesuai data yang kita kantongi ada 20 lokasi tambang yang akan kita tinjau aktivitasnya. Namun saat melakukan penertiban kali ini hasil nihil, jadi kemungkinan infonya bocor atau telah diketahui, ” jelasnya pula.

Sementara itu Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni mengatakan nihilnya hasil operasi penertiban kemungkinan Bocor, karena informasi penertiban ini telah diketahui oleh para pemilik tambang.

Wabub juga mengingatkan kepada para pemilik tambang yang tidak mengantongi izin agar tidak beroperasi atau mengurus izinnya jika tidak berlaku lagi, dan sepintar-pintarnya para pelaku penambang liar, tapi lebih pintar lagi Pemerintah.

“Penertiban ini tujuannya untuk kepetingan masyarakat, kita tahu imbas dari aktivitas tambang liar ini sangat merugikan masyarakat dan dampak yang ditibulkannya juga merugikan. Jadi perlu juga diketahui kalau yang mengeluarkan izin operasi itu dari Provinsi, Pemkab Gowa hanya mengeluarkan rekomendasi saja,”terang Wabup yang juga ketua Tim PETI.

Lokasi tidak diperkenankan bagi penambang liar untuk melakukan aktivitas penambangan, kecuali para penambang mempunyai izin. (Fandi)

loading...